Pengenalan HTML (Bagian Kedua)

MEMFORMAT DOKUMEN HTML

2.1      Mengatur Perataan

2.1.1  Perataan Heading

Untuk melakukan perataan pada Heading kita dapat menggunakan attribut ALIGN, isi dari attribut ini adalah Left (rata kiri), Center (rata tengah), dan Right (rata kanan). Perhatikan contoh dibawah ini :

<h2 align=center>DINAS PENDIDIKAN KOTA PANGKALPINANG </h2>

2.1.2     Perataan Paragraph

Untuk melakukan perataan paragraph kita dapat menggunakan attribut ALIGN, isi dari attribut ini adalah Left (rata kiri), Center (rata tengah), dan Right (rata kanan). Perhatikan contoh dibawah ini :

<p align=right><b>MISI DINAS PENDIDIKAN KOTA PANGKALPINANG</b>  Mewujudkan masyarakat yang berkualitas, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, melalui pemerataan dan perluasan kesempatan belajar, peningkatan kualitas tenaga kependidikan dan peningkatan pengamalan ajaran agama di lembaga pendidikan sehingga tercipta masyarakat yang cerdas, menguasai iptek, beriman, bertaqwa, berkepribadian, berdaya saing tinggi dalam era globalisasi”. </p>

2.2     Mengatur Garis Horizontal

Untuk mengatur garis horizontal kita dapat menggunakan attribut Size (ketebalan garis), Width ( pangjang garis), Align (perataan) dan Noshade (tanpa bayang-bayang 3D)

Perhatikan contoh dibawah ini .

<hr size=3 width=350 align=center noshade>

<center> Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang <br>

Jln. Rasakunda Bukit Intan Pangkalpinang

<hr size=3 width=350 align=center noshade></center>

2.3     Memformat Teks

2.3.1  Physical Style

Untuk mengatur physical style kita dapat menggunakan tag seperti berikut :

<b>…….</b>                   – Cetak tebal

<i>………</i>                   –  Cetak miring

<u>……..</u>                  –  Cetak garis bawah

<s>………</s>                  –  Coretan pada teks

<blink>…….</blink>      –  Teks berkedip, hanya pada Netscape.

<sub>……….</sub>        –  Teks subscript

<sup>………..</sup>       –  Teks superscript

<big>…………</big>        – Membesarkan teks

<small>……….</small>  – Mengecilkan teks

2.3.2 Mengatur Font

Untuk font kita dapat menggunakan tag <FONT>, tag ini memiliki attribut :

Size (ukuran teks),

attribut ini memiliki nilai 1,2,3,4,5,6, atau 7. Nilai 1 adalah ukuran terkecil dan nilai 7 adalah ukuran terbesar.

-Color (warna teks)

Attribut ini dapat diisi dengan Aqua, Black, Blue, Fuchsia, Gray, Green, Lime, Maroon, Navy, Olive, Purple, Red, Silver, Teal, White, Yellow, atau menggunakan kode hexadecimal.

Face (jenis font)

Attribut ini diisi dengan jenis font, perhatikan contoh dibawah ini :

<p><font size=3 face=”tahoma” color=”purple”><b> Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang memiliki Visi, Unggul Dalam Prestasi Pendidikan Bernuansa IMTAQ di Kawasan Sumatera Bagian Selatan Tahun 2008”. </font>

2.4 Membuat List (Daftar)

2.4.1 Numbered List

Numbered List adalah suatu dafta yang diawali dengan nomor yang berurutan. Untuk membuat Numbered List kita menggunakan tag <OL>…….</OL> dan tag <LI> yang menyatakan dartar item.

Perhatikan contoh dibawah ini :

<HTML>

<HEAD>

<TITLE> Client Wan Kota Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang </TITLE>

</HEAD>

<BODY bgcolor=yellow text=blue link=brown alink=blue vlink=blue>

<h2 align=center> DAFTAR CLIENT WAN KOTA PANGKALPINANG</h2>

<OL>

<LI> SD NEGERI 1 PANGKALPINANG

<LI> SMP NEGERI 1 PANGKALPINANG

<LI> SMA NEGERI 1 PANGKALPINANG

<LI> SMK NEGERI 1 PANGKALPINANG

<LI> SD THERESIA PANGKALPINANG

<LI> SMP BUDI MULIA PANGKALPINANG

</OL>

</BODY>

</HTML>

Kita juga dapat membuat daftar didalam daftar yang lainnya,

Perhatikan contoh dibawah ini :

<OL>

<LI> SD NEGERI 1 PANGKALPINANG

<OL>

<LI> Juliar Idham

<LI> Indra Jaya Adriand

<LI> Decky Sunarto

</OL>

<LI> SMP NEGERI 1 PANGKALPINANG

<LI> SMA NEGERI 1 PANGKALPINANG

<LI> SMK NEGERI 1 PANGKALPINANG

</OL>

2.4.1.1 Mengatur Jenis Penomoran

Kita dapat mengatur jenis penomoran dengan attribut TYPE. Tabel dibawah menjelaskan jenis penomoran yang dapat kita pakai.

Attribut

Fungsi
TYPE = A A, B, C, D, —–
TYPE = a a, b, c, d, ——-
TYPE = I I, II, III, IV, ——
TYPE = i i, ii, iii, iv, ———
TYPE = 1 1, 2, 3, 4, ———–
START = n n adalah nilai awal daftar

Perhatikan contoh dibawah ini :

<OL TYPE = 1>

<LI> SD NEGERI 1 PANGKALPINANG

<OL TYPE=a>

<LI> Juliar Idham

<LI> Indra Jaya

<LI> Decky Sunarto

</OL>

<LI> SMP NEGERI 1 PANGKALPINANG

<LI> SMA NEGERI 1 PANGKALPINANG

<LI> SMK NEGERI 1 PANGKALPINANG

</OL>

2.4.2 Membuat Bulleted List

Bulleted List adalah suatu daftar yang tidak memperhatikan urutan dari item-item pada daftar tersebut.

Untuk membuat Bulleted List kita menggunakan tag <UL>………</UL> dan tag <LI> yang menyatakan daftar item.

Perhatikan contoh dibawah ini :

<UL>

<LI> SD NEGERI 1 PANGKALPINANG

<OL TYPE=a>

<LI> Juliar Idham

<LI> Indra Jaya

<LI> Decky Sunarto

</OL>

<LI> SMP NEGERI 1 PANGKALPINANG

<LI> SMA NEGERI 1 PANGKALPINANG

<LI> SMK NEGERI 1 PANGKALPINANG

</UL>

2.4.2.1 Merubah Tanda Bulleted List

Kita dapat mengatur tanda bulleted list dengan attribut TYPE. Tabel dibawah ini menjelaskan tanda Bulleted List yang dapat kita pakai.

Attribut

Fungsi
TYPE = circle Tanda Lingkaran
TYPE = square Tanda Kotak
TYPE = disc Tanda Cakram

2.4.3 Menu List

Menu list biasanya berisi daftar-daftar berupa item yang memiliki link ke halaman lainnya. Untuk membuat Menu List kita dapat menggunakan tag <MENU>——</MENU>, tag <LI> dan untuk link menggunakan tag <A HREF>

Perhatikan contoh dibawah ini :

<MENU>

<LI><A HREF=”http://www.dinpendikpkp.go.id>DINAS PENDIDIKAN KOTA PANGKALPINANG</A>

<LI><A HREF=”http://ict.dinpendikpkp.go.id </A>

<LI><A HREF=”https://indrajayaadriand.wordpress.com</A&gt;

</MENU>

2.4.4 Directory List

Directory List digunakan untuk membuat daftar dimana item-item yang digunakannya biasanya pendek. Tag yang digunakan membuat directory list adalah <DIR>……</DIR>

Perhatikan contoh dibawah ini :

<HTML>

<HEAD>

<TITLE> DIRECTORY LIST </TITLE>

</HEAD>

<BODY bgcolor=green text=black link=brown alink=blue vlink=black?

<H2>MENU UTAMA</H2>

<DIR>

<LI>PROFIL

<LI>STRUKTUR ORGANISASI

<LI>VISI DAN MISI

<LI>RENSTRA

<LI>PROGRAM

</DIR>

</BODY>

</HTML>

(BERSAMBUNG)……………………………..

Iklan

Pengenalan HTML (Bagian Pertama)

1.1 HTML (HyperText Markup Language)

HTML merupakan kepanjangan dari HyperText Markup Language bahasa ini digunakan untuk membuat hypertext page (halaman hypertext) pada Internet. Pada dokumen kita tidak harus membaca teks secara berurutan baris per baris atau halaman per halaman, tetapi kita dapat melompat dari satu topik lain yang kita inginkan.

Yang membedakan dokumen HTML dengan dokumen pada umumnya, adalah adalanya elemen-elemen HTML beserta tag-tagnya. Elemen dan tag HTML menentukan bagian dan format pada suatu bagian pada struktur dokumen HTML.

HTML merupakan bahasa pemrograman yang fleksibel dimana kita dapat menempatkan script dari bahasa program lain seperti Java, Visual Basic, C++ dan lain-lain. Karena HTML berupa text dokumen biasa (ASCII) maka HTML dapat dibaca oleh platform yang berlainan seperti Windows, Unix dan lain-lainnya.

1.2 Struktur Dokumen HTML

Pada dokumen HTML terdapat 3 tag utama yang membentuk struktur HTML tersebut, yaitu tag:

  • <HTML> —- Sebagai tanda awal dokumen HTML.
  • <HEAD> —– Sebagai informasi page header. Didalam tag ini kita bisa meletakkan tag-tag TITLE, BASE, ISINDEX, LINK, SCRIPT, STYLE & META.
  • <BODY>—— Didalam tag ini bisa diletakkan berbagai page attribute seperti warna latar belakang, warna teks, warna link, warna visited link, warna active link dan lain-lain.

Struktur Dokumen HTML terlihat seperti conto dokumen HTML dibawah ini :

<HTML>

<HEAD>

<TITLE> Pengelan HTML </TITLE>

</HEAD>

<BODY>

<b> Belajar HTML emang paling mengasikan lohhhhhhhhh </b>

</BODY>

</HTML>

1.3   Elemen

Elemen pada dokumen HTML berupa tag-tag beserta teks yang ada didalam tag-tag tersebut. Pada dokumen HTML, terdapat dua kelompok elemen utama yaitu elemen-elemen <HEAD> dan elemen <BODY>. Elemen yang terdapat pada <HEAD> berisi informasi mengenai dokumen HTML tersebut sebagai contoh judul dokumen. Untuk menuliskan judul dokumen menggunakan tag <TITLE>, lihat pada contoh dokumen HTML diatas. Elemen-elemen pada <BODY> menentukan isi dari dokumen HTML seperti paragraf (menggunakan tag <p>, lihat pada contoh dokumen HTML diatas), tabel ,form, frame dan lain-lain. Pada dokumen HTML tidak dibedakan pemakaian huruf kecil dan huruf besar suatu elemen, penulisan <p> ataupun <p> memberikan hasil yang sama pada browser.

1.4 Tag

Tag diawali dengan tanda < (tanda lebih kecil) dan diakhiri dengan tanda > (tanda lebih besar). Pada saat browser membaca dokumen HTML, maka browser mencari tag yang terdapat pada dokumen HTML tersebut.

Pada dokumen HTML terdapat 4 macam tag, yaitu :

  • Tag berpasangan     :

Perintah awal (opening tags) berada diantara (<….>). Perintah akhir (closing tags) mengandung / dimuka perintah sehingga berbentuk seperti (</….>). Sebagai contoh tag yang digunakan untuk menebalkan teks adalah : <b>….teks….</b>

  • Tag tunggal              :

Sebagai contoh seperti <br> untuk pindah baris, dan <hr> membuat garis horizontal.

  • Tag dengan atribut :

Sebagai contoh <BODY bgcolor=yellow>, bgcolor adalah attribut yang dapat digunakan pada tag <BODY> yang fungsinya untuk mengatur tampilan latar belakang. Suatu nilai attribut harus ditulis didalam pasangan tanda petik ganda kecuali nilai attribut tersebut suatu kumpulan dari nilai tertentu, sebagai contoh <p align=center> atau nilai attribut tersebut hanya berisi angka, huruf dan titik.

  • Disamping itu terdapat juga tag yang perintahnya dapat memakai closing tag maupun tidak sebagai contoh tag : <p> yakni tag paragraph dan <li> untuk membuat daftar (list)

1.5     Tag-Tag Dasar Pada HTML

Tag <HTML> sebagai tanda awal dari dokumen HTML, semua informasi yang terdapat pada dokumen HTML harus berada didalam tag awal dan tag akhir dari tag <HTML>

1.5.1  <HTML>

Tag <HTML> sebagai tanda awal dari dokumen HTML, semua informasi yang terdapat pada dokumen HTML harus berada didalam tag awal dan tag akhir Tag <HTML>.

1.5.2  <HEAD>

Tag <HEAD> sebagai informasi page header. Didalam tag ini kita bisa meletakkan tag-tag.

  • TITLE : Tag ini digunakan untuk menentukan judul dokumen HTML, tag ini harus digunakan pada dokumen HTML. Contoh : < TITLE> Belajar HTML </TITLE>
  • BASE  :  Tag ini digunakan untuk menentukan suatu link ke alamat web induk. Perintah ini mirip dengan perintah PATH pada perintah DOS.

<BASE HREF=”https://indrajayaadriand.wordpress.com&gt;

Setelah penulisan perintah diatas maka penulisan perintah <IMG SRC =”gambar/indra.jpg> mempunyai arti sama dengan penulisan : < IMG src=”https://indrajayaadriand.wordpress.com/gambar/indra.jpg&#8221; mce_src=”https://indrajayaadriand.wordpress.com/gambar/indra.jpg”&gt;

  • ISINDEX

Tag ini digunakan untuk melakukan pencarian dalam dokumen.

Contoh : <ISINDEX prompt=”Ketik teks yang akan dicari:”>

  • META

Tag ini dipakai untuk memberikan informasi mengenai dokumen. Attribut yang dapat digunakan pada tag ini adalah :

  1. NAME               : Suatu informasi mengenai dokumen
  2. HTTP-EQUIV : Attribut ini digunakan untuk menghubungkan elemen meta ke protokol tertentu.
  3. CONTENT       : Merupakan isi dari nama suatu meta.

Contoh : <META HTTP-EQUIV=”REFRESH”CONTENT=2>

Dokumen akan dipanggil secara otomatis dalam 2 detik.

<META NAME=”GENERATOR” CONTENT=”MACROMEDIA DREAMWEAVER MX”>

Dokumen dibuat dengan MACROMEDIA DREAMWEAVER MX.

1.5.3 <BODY>

Tag ini digunakan untuk menentukan bagian isi dokumen. Beberapa Atribut yang dapat kita gunakan pada tag ini adalah :

  • BGCOLOR :

Mengatur warna belakang, warna dapat kita tuliskan namanya, misalkan yellow, blue, red dll, atau menggunakan nilai HEX.

Contoh : < BODY bgcolor=yellow>

<BODY bgcolor=”FFFFFF”>

  • ALINK  : Mengatur warna link yang sedang aktif.
  • VLINK  : Mengatur warna link yang belum pernah dipilih.
  • VLINK  : Mengatur warna link yang pernah dipilih.
  • BACKGROUND : Memanggil file gambar yang akan digunakan sebagai latar belakang.
  • LEFTMARGIN : Mengatur margin kiri dokumen.
  • TOPMARGIN   : Mengatur margin atas dokumen.
  • TEXT                  : Mengatur warna teks pada dokumen.

1.5.5 Paragraph

Untuk menyatakan suatu kumpulan teks sebagai paragraph kita menggunakan tag <P>

Contoh :

<p> HTML merupakan kepanjangan dari Hyper Text Markup Language</p>

1.5.6 BLOCKQUOTE

Untuk menuliskan suatu kelompok teks agar tampilannya dicetak dengan indent kita dapat menggunakan tag <BLOCKQUOTE>. Perhatikan contoh dibawah ini :

<blockquote> HTML merupakan kepanjangan Hyper Text Markup Language </blockquote>.

1.5.7 PREFORMATTED TEXT

Pada saat kita menggunakan tag <p> untuk paragraph, penekan tombol tab, spasi atau enter tidak berpengaruh terhadap tampilan dibrowsernya. Apabila kita menghendaki agar penekanan tombol-tombol tersebut memberikan efek pada tampilan di browser, kita dapat menggunakan tag <PRE>. Perhatikan contoh dibawah ini :

<PREE>

AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

BBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBB

CCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCC

DDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDD

EEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE

</PRE>

Tampilan pada browser adalah sama dengan yang tertulis pada dokumen HTML diatas.

1.5.8 ADDRESS

Untuk menampilkan informasi tentang pembuat Home Page kita dapat menggunakan tag <ADDRESS> Perhatikan contoh dibawah ini :

<ADDRESS>

<H4>ALAMAT:</H4>

Indra < A HREF =” https://indrajayaadriand.wordpress.com“>  TIM ICT DINPENDIK PKP </A>

</ADDRESS>

1.5.9 Karakteristik Spesial ( Entity )

Ada dua macam entity yang dapat kita gunakan, yaitu : character entity dan numeric entity.

Contoh character entity :

  • < karakter <
  • > karakter>

Contoh numeric entity

  • ¹ karakter@
  • ² karakter@

1.5.10 Pergantian Baris

Supaya teks ditulis pada garis yang baru maka kita dapat menambahkan tag <BR> pada akhir baris sebelumnya. Perhatikan contoh dibawah ini :

Kantor <br>

Jalan Rasakunda Bukit Intan Pangkalpinang <br>

Propinsi Kep. Bangkabelitung <br><br>

Penulisan <BR> dua kali dimaksudkan agar terbentuk spasi kosong sebelum baris berikutnya.

1.5.11 Garis Horisontal

Untuk membuat garis horizontal kita dapat menggunakan tag <HR>, perhatikan contoh dibawah ini :

<hr>

Kantor <br>

Jalan Rasakunda Bukit Intan Pangkalpinang <br>

Propinsi Kep. Bangkabelitung <br>

<hr>

1.5.12 Memberi Komentar

Untuk memberi komentar kita dapat menggunakan tag <COMMENT> teks </COMMENT>, atau <!—-teks>. Perhatikan contoh dibawah ini.

<COMMENT> Teks ini hanya komentar </COMMENT>

<!—Dapat diletakkan dibaris manapun——>

(bersambung)

Baca lebih lanjut

Meningkatkan Kegairahan IPTEK Lewat Multimedia

PADA 23 Agustus 2004, bersamaan dengan ulang tahun ke-37 LIPI, diluncurkan jasa publik LIPI berbasis teknologi informasi (http://www.lipi.go.id).Situs ini bertujuan memasok informasi ilmiah bagi masyarakat Indonesia secara cuma-cuma lewat internet. Layanan yang diperkenalkan terdiri dari tiga jenis: umum, jasa ilmiah, dan portal ilmiah. Layanan umum memuat informasi LIPI, layanan jasa ilmiah memuat antara lain jurnal online, informasi HAKI, database riset, sedangkan portal ilmiah mewadahi bidang fisika, komputasi, energi, dan kimia.

Demikian dikatakan Anto Satriyo Nugroho, Peneliti BPP Teknologi, anggota ISTECS-Japan. Saat ini menjadi Visiting Professor pada School of Life System Science & Technology Chukyo University of Japan.

Keberadaan situs ini merupakan angin segar yang berhembus di tengah maraknya isu mahalnya pendidikan dan sulitnya melakukan penelitian di Indonesia. Telah umum diketahui bahwa anggaran untuk mendanai kegiatan iptek di Indonesia relatif kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya maupun dibandingkan dengan negara yang lain. Anggaran iptek tahun 2004 hanya 0,05 persen dari PDB (Rakornas Ristek 2004). Angka ini relatif sangat kecil dibandingkan misalnya dengan negara jiran Malaysia, yang menganggarkan 0,5 persen dari PDB untuk mendorong pertumbuhan iptek di negeri tersebut. Dari dana 0,05 persen PDB ini masih dibagi-bagi untuk pengadaan alat dan bahan, sehingga anggaran untuk pengadaan literatur ilmiah akan jauh lebih kecil lagi. Padahal informasi ilmiah yang antara lain berupa jurnal, proseding seminar, merupakan kebutuhan pokok bagi seorang peneliti di perguruan tinggi maupun industri.

Seorang peneliti dituntut untuk rajin mengikuti perkembangan teknologi di bidangnya. Sumber utama adalah jurnal ilmiah, yang jumlahnya ribuan dan diterbitkan di berbagai bidang. Akan tetapi, akses terhadap literatur ilmiah memiliki keterbatasan. Tidak semua perpustakaan berlangganan jurnal ilmiah dalam versi cetak, yang cukup lengkap dan memenuhi kebutuhan peneliti. Dalam hal ini keberadaan digital library merupakan solusi yang sangat membantu seorang peneliti untuk menemukan sumber informasi yang diperlukannya.

Manfaat terbesar dari digital library ini adalah akses tak terbatas terhadap sebuah artikel ilmiah. Artikel yang berada dalam format elektronik tidak pernah out of print, sedangkan artikel yang terbit dalam versi cetak, seringkali terbatas jumlah terbitannya. Digital library yang dapat diakses online membuat akses terhadap artikel ilmiah pun menjadi lebih mudah. Dengan bermodalkan PC yang terhubung ke internet, sebuah artikel terbaru yang diterbitkan di journal The Institute of Electrical & Electronics Engineers (IEEE) di Amerika, misalnya, dapat diperoleh di Indonesia dalam hitungan detik. Dengan kata lain, informasi online akan menghilangkan kendala geografis, yang selama ini merupakan masalah utama dalam mencari sumber ilmiah.

Di negara maju, misalnya di Jepang, informasi online merupakan sumber penting bagi penelitian. Perpustakaan di perguruan tinggi dan lembaga penelitian biasanya berlangganan jurnal elektronik, seperti Nature, Science, atau jurnal-jurnal ilmiah yang diterbitkan Elsevier dsb. Selain itu informasi literatur di berbagai perpustakaan di Jepang dapat diketahui dengan layanan NACSIS Webcat. NACSIS Webcat ini merupakan sistem berbasis www, yang dapat mencari database katalog untuk buku, majalah, jurnal ilmiah dan material yang disimpan di perpustakaan perguruan tinggi di Jepang. Dengan memanfaatkan NACSIS Webcat, seorang peneliti dapat menemukan lokasi di mana artikel ilmiah yang diperlukannya berada. Kalau artikel tersebut tidak terdapat di institusinya, dia dapat memesan artikel itu ke perpustakaan lain yang memilikinya. Sehingga peneliti di Jepang memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses literatur ilmiah.

Kesempatan akses informasi yang besar ini ternyata memberikan pengaruh lain. Steve Lawrence melaporkan bahwa artikel yang dimuat online memiliki frekuensi rujukan yang lebih tinggi daripada informasi yang dimuat offline. Penelitian yang dimuat dalam majalah ilmiah terkemuka, Nature tahun 2001 (Vol.411, No.6837, halaman 5221), mengamati frekuensi rujukan terhadap sekitar 120 ribu paper ilmiah di bidang komputer, yang dipublikasikan secara offline (versi cetak), maupun yang dapat diakses secara online. Pengamatan yang dilakukan pada publikasi paper ilmiah dalam interval 10 tahun, dari 1989-2000 ini berkesimpulan bahwa paper yang dapat diakses secara online memiliki frekuensi rujukan lebih dari dua kali lipat paper yang tidak dapat diakses secara online. Hal ini berimplikasi, artikel yang dipublikasikan secara online memiliki potensi lebih besar untuk mewarnai perkembangan iptek, karena temuan yang tertulis pada paper tersebut dapat diakses oleh siapa saja. Sebaliknya, sebuah ide yang cemerlang, apabila tidak dapat diakses dengan mudah, akan lebih sedikit mendapat perhatian dari komunitasnya. Sehingga kontribusinya terhadap dunia iptek mungkin kurang dapat dirasakan.

Hal ini yang melatarbelakangi, dewasa ini banyak peneliti yang memuat publikasinya di situs pribadi agar dapat dibaca oleh peneliti yang lain. Di samping situs pribadi, ada situs yang khusus menerima deposito artikel, misalnya http://citeseer.ist.psu.edu/ yang menerima tulisan di bidang komputer dalam format elektronik (pdf). Situs semacam ini bertujuan untuk meningkatkan diseminasi literatur iptek sehingga dapat membuat proses pencarian sumber ilmiah berlangsung lebih mudah dan efisien.

Hal ini yang kita harapkan akan dapat diwujudkan juga di Indonesia. Dengan membuat sumber ilmiah di Indonesia dapat diakses online, diharapkan berbagai penemuan yang dokumentasinya selama ini tersebar di berbagai publikasi Indonesia, dapat diintegrasikan ke dalam sebuah portal online yang dapat diakses siapa saja.

Hal ini sangat penting mengingat komunitas Indonesia di dunia maya cukup besar. Menurut penelitian Onno Purbo, porsi diskusi keilmuan di internet berada pada kisaran 19 persen dari keseluruhan posting di internet. Angka ini termasuk jumlah yang signifikan, dan menempati peringkat kedua setelah posting yang sifatnya silaturahmi (21,9 persen). Pornografi yang selama ini dikhawatirkan ternyata berada pada persentase yang lebih kecil, yaitu 12,9 persen. (E-5)