Gambaran Kondisi SDM Pendidik Tingkat SD/MI di Kota Pangkalpinang Saat ini

Hal yang sangat krusial dalam upaya meningkatkan kualitas suatu pendidikan adalah disamping tersedianya Sarana Prasarana Pendidikan yang memadai, dana yang cukup, juga harus disertai dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni supaya kualitas pendidikan dapat tetap terjaga dan sesuai dengan Standar yang telah ditetapkan.
Berdasarkan data yang ada, ternyata Sumber Daya Manusia (SDM) pendidik di Kota Pangkalpinang masih terdapat tenaga pendidik yang tidak layak mengajar maupun semi layak mengajar, hal ini disebabkan oleh latar belakang pendidikan tenaga pendidik tidak sesuai dengan bidang studi yang diajarkan, sebagaimana terlihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 1

Gambaran Kondisi Tenaga Pendidik di Kota Pangkalpinang

NO TENAGA PENDIDIK LayakMengajar Semi Layak Tidak Layak Jumlah
1. SD 678 199 51 928
2. MI 70 4 8 82
3. SMP 288 17 53 358
4. MTs 47 15 12 74
5. SMA 212 78 27 317
6. SMK 192 117 13 332
7. MA 58 9 8 75
TOTAL 1541 439 172 2152

Sumber : Profil Pendidikan, 2009

Tabel 2

Gambaran Persentase Kelayakan Mengajar

Tenaga Pendidik di Kota Pangkalpinang

NO TENAGA PENDIDIK Jumlah LayakMengajar Persentase(%) Semi Layak Persentase(%) Tidak Layak Persentase(%)
1. SD 928 678 73 199 21 51 6
2. MI 82 70 88 4 5 8 7
3. SMP 358 288 80 17 5 53 15
4. MTs 74 47 64 15 20 12 16
5. SMA 317 212 67 78 25 27 8
6. SMK 332 192 58 117 35 13 7
7. MA 75 58 77 9 12 8 11

Sumber : Profil Pendidikan, 2009

Dari data diatas dapat dilihat bahwa dari total 2152 orang tenaga pendidik, masih terdapat 439 orang tenaga pendidik yang semi layak mengajar atau 20.1 persen, dan sebanyak 172 orang tenaga pendidik yang tidak layak mengajar atau 8 persen, hingga jika digabung tenaga pendidik yang semi layak dan tidak layak mengajar mencapai angka 28 persen lebih tenaga pendidik yang belum layak mengajar di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang.

A.  STATISIK  HASIL  UJI  KOMPETENSI  GURU

Berdasarkan hasil Uji Kompetensi guru guru SD Negeri/Swasta, SLBN, dan MI Negeri/Swasta di Kota Pangkalpinang yang dilaksanakan pada Bulan April tahun 2010 ini, secara umum Kompetensi guru-guru tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

Ringkasan statistik dari hasil uji kompetensi guru disajikan dalam tabel berikut ini :

Tabel 3

Ringkasan Statistik Uji Kompetensi Guru

Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2010

Berdasarkan tabel di atas menjelaskan bahwa rerata nilai untuk semua bidang studi yang di uji, yaitu; Pengelolaan Pembelajaran dan Wawasan Kependidikan (PPWK), Bahasa Indonesia, IPA, IPS, dan Matematika masih di bawah nilai 60, dengan rerata nilai terendah pada Bidang Studi Matematika yaitu 39.8 dan rerata nilai tertinggi adalah Bidang Studi IPA yaitu 51.3. Perbedaan penguasaan kompetensi pedagogik guru persubstansi materi secara umum relatif jauh berbeda (rentang 58,6), dengan nilai tertinggi yaitu 77.9 dan nilai terendah 14.3. Demikian juga dalam penguasaan kompetensi profesional guru persubstansi materi pelajaran secara umum relatif tidak jauh berbeda dengan kompetensi pedagogik guru dengan (rentang 52.9 – 63.6). Nilai tertinggi kompetensi professional guru pada Bidang Studi IPA yaitu 78.8, sedangkan nilai terendah pada Bidang Studi Matematika yaitu 2.9.

B. SEBARAN HASIL UJI KOMPETENSI GURU

Sebaran hasil uji kompetensi guru SD Negeri/Swasta, SLBN, dan MI Negeri/Swasta di Kota Pangkalpinang terlihat dari tabel berikut ini.

Tabel 4 Sebaran Rerata Nilai Uji Kompetensi Guru

NO SEKOLAH RERATA NILAI
PPWK B. IND IPS IPA MTK
1 SD Negeri 42.3 42.4 41.4 50.7 39.5
2 SD Swasta 44.8 48.2 42.7 54.1 41.1
3 MI Negeri 42.9 36.7 37.8 45.9 35.5
4 MI Swasta 44.0 37.0 39.4 47.6 37.6
5 SLBN 52.0 49.1 39.7 47.3 37.7

Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2010

1. Pengelolaan Pembelajaran dan Wawasan Kependidikan (PPWK)

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui kompetensi guru bidang studi PPWK di sekolah dasar/madrasah ibtida’iyah baik negeri maupun swasta di Kota Pangkalpinang menunjukkan hasil yang belum maksimal yaitu dengan rerata nilai < 60,  yang artinya penguasaan Kompetensi Pedagogik guru secara umum dikatakan TIDAK KOMPETEN. Sekolah/madarasah dengan rerata nilai tertinggi yaitu SLBN dengan nilai 52.0, sedangkan yang terendah Sekolah Dasar Negeri dengan rerata nilai 42.3

2. Bahasa Indonesia

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui kompetensi guru Bidang Studi Bahasa Indonesia di sekolah dasar/madarasah ibtida’iyah baik negeri maupun swasta di Kota Pangkalpinang menunjukkan hasil yang belum maksimal yaitu dengan rerata nilai < 60,  yang artinya Kompetensi Profesional guru pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia secara umum dikatakan TIDAK KOMPETEN. Sekolah/madarasah dengan rerata nilai tertinggi yaitu SLBN dengan nilai 49.1, sedangkan yang terendah Madrasah Ibtida’iyah Negeri dengan rerata nilai 36.7.

3. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

Kompetensi guru Bidang Studi IPS di sekolah dasar/madrasah ibtida’iyah baik negeri maupun swasta di Kota Pangkalpinang menunjukkan hasil yang belum maksimal yaitu < 60,  yang artinya Kompetensi Profesional guru pada Mata Pelajaran IPS secara umum dikatakan TIDAK KOMPETEN. Sekolah/madarasah dengan rerata nilai tertinggi yaitu sekolah dasar swasta dengan nilai 42.7, sedangkan yang terendah SLBN dengan rerata nilai 39.7

4. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui kompetensi guru Bidang Studi IPA di sekolah dasar/madarasah ibtida’iyah baik negeri maupun swasta di Kota Pangkalpinang menunjukkan hasil yang belum maksimal yaitu < 60,  yang artinya Kompetensi Profesional guru pada Mata Pelajaran IPA secara umum dikatakan TIDAK KOMPETEN. Sekolah/madarasah dengan rerata nilai tertinggi yaitu sekolah dasar swasta dengan nilai 54.1, sedangkan yang terendah Madrasah Ibtida’iyah Negeri dengan rerata nilai 45.9.

5. Matematika

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui kompetensi Guru Bidang Studi Matematika di sekolah dasar/madarasah ibtida’iyah baik negeri maupun swasta di Kota Pangkalpinang menunjukkan hasil yang belum maksimal yaitu < 60, yang artinya Kompetensi Profesional guru pada Mata Pelajaran Matematika secara umum dikatakan TIDAK KOMPETEN. Sekolah/madarasah dengan rerata nilai tertinggi yaitu sekolah dasar swasta dengan nilai 41.1, sedangkan yang terendah Madrasah Ibtida’iyah Negeri dengan rerata nilai 35.5.

C. KOMPETENSI GURU

Kompetensi Pedagogik dan Profesional guru SD Negeri/Swasta, SLBN, dan MI Negeri/Swasta di Kota Pangkalpinang berdasarkan hasil uji kompetensi  guru dapat terlihat pada tabel berikut ini.

1.         KOMPETENSI PEDAGOGIK

Tabel 5.  Kompetensi Pedagogik

KOMPETENSI PEDAGOGIK HASIL UJI KOMPETENSI PERSENTASE  (%)
Nilai > 60 2.15
60 > Nilai > 50 20.73
Nilai <  50 77.12

Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2010


Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui penguasaan kompetensi pedagogik pada Bidang Studi Pengelolaan Pembelajaran dan Wawasan Kependidikan yang diujikan terhadap guru SD sederajat di Kota Pangkalpinang hanya 2.15 %, yang mendapatkan nilai > 60 (KOMPETEN). Pemahaman wawasan kependidikan guru masih rendah, yang mana hasil uji kompetensi guru menunjukkan dominan pada nilai kurang dari  50  sebanyak 77.12%, dan sebanyak 20.73% guru  yang mendapatkan 60 > nilai > 50.

2.         KOMPETENSI PROFESIONAL

Tabel 6.  Kompetensi Profesional

KOMPETENSI PROFESIONAL RERATA NILAI PERSENTASE  (%)
> 60 0.27
60 > Rerata Nilai > 50 20.99
<  50 78.74

Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2010


Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui penguasaan kompetensi profesional pada bidang studi yang diujikan terhadap guru SD sederajat di Kota Pangkalpinang yaitu Bahasa Indonesia, IPS, IPA dan Matematika menunjukkan hasil hanya 0.27 % yang dinyatakan KOMPETEN, dengan rerata nilai > 60. Pemahaman akademik guru juga dominan pada rerata nilai < 50 sebanyak 78.74%, dan sebanyak 20.99% guru yang mendapat  60 > rerata nilai > 50.

3.         KOMPETENSI PROFESIONAL PER BIDANG STUDI

Tabel 7. Kompetensi Profesional Per Bidang Studi

NO

BIDANG STUDI

PERSENTASE  (%)

Nilai > 60

60 > Nilai  >  50

Nilai < 50

1.

Bahasa Indonesia

5.36

20.78

73.86

2.

IPS

0.67

20.19

79.14

3

IPA

23.86

32.98

43.16

4.

Matematika

1.07

9.63

89.30

Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2010

a.         Bidang Studi Bahasa Indonesia

Berdasarkan tabel 7 diatas menjelaskan penguasaan kompetensi profesional (akademik) pada Bidang Studi Bahasa Indonesia yang  diujikan terhadap guru SD sederajat di Kota Pangkalpinang hanya 5.36 % yang dinyatakan KOMPETEN dengan nilai > 60. Pemahaman akademik guru terhadap Bidang Studi Bahasa Indonesia juga masih rendah, di mana hasil uji kompetensi menunjukkan sebanyak 73.86% guru mendapatkan nilai > 50, dan sebanyak 20.78% guru  yang mendapatkan 60 > nilai > 50.

b.         Bidang Studi Ilmu Pengetahuan Sosial  (IPS)

Berdasarkan tabel 7 di atas dapat di ketahui kompetensi profesional (akademik) pada Bidang Studi IPS yang diujikan terhadap guru SD sederajat di Kota Pangkalpinang hanya 0.67 % guru dinyatakan KOMPETEN, yang mendapatkan nilai > 60. Hal ini menunjukkan pemahaman akademik guru pada penguasaan materi Bidang Studi IPS masih sangat rendah. Sebanyak 99.33 % guru dinyatakan TIDAK KOMPETEN, yang mana 20.19% guru  yang mendapatkan 60 > nilai > 50, dan sebanyak 79.14% guru mendapatkan nilai kurang dari 50.

c.         Bidang Studi Ilmu Pengetahuan Alam  (IPA)

Berdasarkan tabel 7 di atas dapat diketahui kompetensi profesional (akademik) pada Bidang Studi IPA yang diujikan terhadap guru SD sederajat di Kota Pangkalpinang cukup baik, di mana guru yang mendapatkan nilai > 60 dan dinyatakan KOMPETEN sebanyak 23.86%. Sebanyak 32.98% guru mendapatkan 60 > nilai > 50,  dan sebanyak 43.16% guru  yang mendapatkan nilai kurang dari 50.

d.         Bidang Studi Matematika

Berdasarkan tabel 7 di atas menjelaskan penguasaan kompetensi profesional (akademik) pada Bidang Studi Matematika yang diujikan hanya 1.07% yang dinyatakan KOMPETEN dengan nilai > 60, dapat dikatakan pemahaman guru terhadap materi pada Bidang Studi Matematika masih rendah. Hasil uji kompetensi menunjukkan sebanyak 98.93 % guru dinyatakan TIDAK KOMPETEN, yang mana 9.63% guru yang mendapatkan 60 > nilai > 50, dan sebanyak 89.30% guru mendapatkan nilai kurang dari 50.

D. KOMPETENSI GURU BERDASARKAN JENIS SEKOLAH

Kompetensi Pedagogik dan Profesional guru berdasarkan jenis sekolah di Kota Pangkalpinang dapat terlihat pada tabel berikut ini.

1.         SD NEGERI

Tabel 8 Persentase Kompetensi Guru SD Negeri

NO. BIDANG STUDI PERSENTASE (%)
KOMPETEN TIDAK KOMPETEN
I.  Kompetensi Pedagogik
1. PPWK 2.32 97.68
II.  Kompetensi Profesional
1. Bahasa Indonesia 4.67 95.33
2. IPS 0.67 99.33
3. IPA 22.54 77.49
4. Matematika 0.83 99.17

Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2010

2.         SD SWASTA

Tabel 9. Persentase Kompetensi Guru SD Swasta

NO. BIDANG STUDI PERSENTASE (%)
KOMPETEN TIDAK KOMPETEN
I.  Kompetensi Pedagogik
1. PPWK 0.86 99.14
II.  Kompetensi Profesional
1. Bahasa Indonesia 10.34 89.66
2. IPS 0.67 99.33
3. IPA 22.54 77.49
4. Matematika 0.83 99.17

Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2010

3.         MI NEGERI

Tabel 10. Persentase Kompetensi Guru MI Negeri

NO. BIDANG STUDI PERSENTASE (%)
KOMPETEN TIDAK KOMPETEN
I.  Kompetensi Pedagogik
1. PPWK 0 100
II.  Kompetensi Profesional
1. Bahasa Indonesia 0 100
2. IPS 0 100
3. IPA 0 100
4. Matematika 0 100

Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2010

4.         MI SWASTA

Tabel 11. Persentase Kompetensi Guru MI Swasta

NO. BIDANG STUDI PERSENTASE (%)
KOMPETEN TIDAK KOMPETEN
I.  Kompetensi Pedagogik
1. PPWK 0 100
II.  Kompetensi Profesional
1. Bahasa Indonesia 0 100
2. IPS 0 100
3. IPA 0 100
4. Matematika 0 100

Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2010

5.         SLBN

Tabel 12. Persentase Kompetensi Guru SLBN

NO. BIDANG STUDI PERSENTASE (%)
KOMPETEN TIDAK KOMPETEN
I.  Kompetensi Pedagogik
1. PPWK 20 80
II.  Kompetensi Profesional
1. Bahasa Indonesia 0 100
2. IPS 0 100
3. IPA 40 60
4. Matematika 0 100

Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2010

Dari data-data yang tersaji diatas, tampaknya masih butuh waktu untuk meningkatkan kualitas SDM Pendidik di Kota Pangkalpinang. Perlu dilakukan langkah-langkah strategis agar Kompetensi SDM Pendidik pada Tingkat SD/MI dapat meningkat sesuai dengan Standar yang ditetapkan dalam hal ini Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Beberapa langkah yang kiranya dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Terhadap tenaga pendidik yang belum memenuhi kualifikasi pendidikan yang sesuai dengan bidang pelajaran yang diajar, maka harus disekolahkan sesuai dengan jenjang pendidikan dan kualifikasi yang dibutuhkan. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan bantuan beasiswa kepada tenaga pendidik tersebut, sehingga diharapkan nantinya mereka dapat dikatakan atau masuk dalam kategori layak mengajar berdasarkan kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan;

2. Kemudian terhadap tenaga pendidik yang sudah memenuhi kualifikasi pendidikan tetapi TIDAK KOMPETEN dalam mengajar, maka terhadap mereka ini dapat dilakukan Pendidikan dan Pelatihan atau DIKLAT maupun mengikuti WORKSHOP baik berupa In House Training (IHT) maupun dikirim keluar daerah mengikuti DIKLAT maupun WORKSHOP yang sesuai dengan KOMPETENSI yang akan diajar;

3. Langkah berikutnya adalah dengan melakukan STUDI BANDING bagi tenaga pendidik tersebut sebagai bahan evaluasi bagi mereka yang diharapkan dari hasil STUDI BANDING tersebut dapat meningkatkan KINERJA maupun KOMPETENSI mereka sesuai dengan BIDANG YANG DIAJAR.


3 Tanggapan

  1. sungguh menarik dan sekaligus mengerikan hasilkan. Jika guru kompetensi kaya apa ou putnya. Tapi sayangnya tidak menertakan soalnya. Apakah soalnya sudah bisa dikadikan alat ukur. Kalau boleh,tolong Pak Indra aku mohon dikirimi soalnya lewat saya akan kami gunakan untuk guru di daerahku. Trims n tak tunggu.

    • Hasil uji kompetensi yang dilakukan baru baru ini, dilaksanakan bekerjasama dengan LPMP, jadi kalau bapak mau tau soalnya, bapak bisa hubungi atau bekerjasama dengan LPMP yang ada di Propinsi bapak. Tapi kalau menurut saya pribadi ada sebagian mata uji yang belum bisa dijadikan sebagai alat ukur bagaimana kondisi sesungguhnya kompetensi tenaga pendidik tersebut, terutama pada alat ukur untuk tingkat SD/MI, dimana semua soalnya sama pada setiap tingkatan kelas yang diajar oleh pendidik, padahal pada tingkat SD/MI, mereka biasanya mengajar cenderung pada tingkatan itu-itu saja, misalnya guru kelas 1 hanya mengajar di kelas 1 saja, guru kelas 2 mengajar di kelas 2 saja, begitu seterusnya, tidak ada saling tukar tingkatan kelas pada masing2 guru. Mungkin kedepannya harus di akomodasi soal2 sesuai dengan tingkatan kelas yang diajar oleh guru yang bersangkutan. Namun sebagai bahan untuk melihat gambaran sementara kondisi kompetensi guru sudah mencukupi untuk melihat gambaran kondisi secara umum, hingga dapat dilakukan langkah2 perencanaan yang terarah dan berkesinambungan kedepannya.

  2. memprihatikan,mau jadi apa negara ini! gmna solusinya maslah ini?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: