Teori Lokasi dan Pola Ruang

Pertanyaan :

1. Pertimbangkan apa yang seharusnya dipikirkan sebelum menentukan lokasi untuk kegiatan tertentu?

2. Kemukakan contoh kasus a). Apa yang menjadi faktor penentu keberhasilan atau kegagalan alokasi lokasi kegiatan tertentu? b). Dampak negatif ‘kesalahan’ dalam memilih lokasi untuk kegiatan tertentu.

Jawab :

1. Pertimbangan-pertimbangan yang harus dipikirkan dalam menentukan lokasi untuk suatu kegiatan adalah:

a. Akses untuk menuju ke lokasi tersebut, maksudnya bahwa lokasi yang akan ditentukan tersebut memiliki akses transportasi yang menguntungkan atau tidak dalam hal waktu tempuh;

b. Lingkungan sekitar lokasi tersebut, maksudnya adalah lingkungan sekitar lokasi tersebut dapat mendukung tidak terhadap kegiatan yang akan dilakukan, seperti suasana sekitar dan penerimaan dari masyarakat sekitar lokasi tersebut;

c. Lokasi yang akan ditentukan tersebut, menguntungkan tidak secara ekonomis;

2. Contoh Kasus misalnya dalam menentukan lokasi untuk mendirikan Supermarket/Hypermarket Matahari di Kota Semarang, beberapa faktor yang dapat menentukan keberhasilan dari pemilihan lokasi adalah:

a. Lokasi tempatnya sangat strategis, karena berada di jantung kota Semarang;

b. Akses untuk menuju kesana dapat ditempuh dalam segala arah, ini berarti orang-orang yang akan mengunjungi lokasi tersebut tidak sulit menjangkaunya;

c. Suasa atau lingkungan sekitar sangat mendukung, karena disekitarnya telah ditunjang oleh pedagang-pedagang yang lain, hingga lokasi tersebut ramai dikunjungi oleh masyarakat, baik yang ada di sekitar kota Semarang, maupun dari luar kota Semarang sendiri;

d. Dari segi ekonomis cukup menjanjikan, karena banyaknya pengunjung/masyarakat yang menuju ke lokasi tersebut;

Dampak negatif ‘kesalahan’ dalam memilih lokasi untuk mendirikan Supermarket/Hypermarket Matahari tersebut adalah:

a. Tidak banyak yang mengunjungi Supermarket/Hypermarket tersebut, sehingga investasi yang dilakukan akan sia-sia;

b. Masyarakat sekitar akan terganggu dengan pemilihan lokasi yang salah tersebut;

c. Dari segi ekonomi bisa merugikan karena pemilihan lokasi yang salah dan analisa lingkungan yang salah dapat menyebabkan sedikitnya pengunjung yang datang, jika pembangunan Supermarket/Hypermarket tersebut tidak di analisa secara menyeluruh, terutama berkaitan dengan banyaknya penduduk baik disekitar lokasi atau penduduk-penduduk yang dapat menjangkau lokasi tersebut maka hal tersebut dapat saja merugikan secara ekonomi, sehingga jangan kan memperoleh untung, untuk mendapatkan break event point saja belum tentu berhasil.

Iklan

Sistem Prasana Wilayah dan Kota

ARTIKEL TENTANG HUBUNGAN ANTARA ACTIVITY, TRANSPORT DAN FLOW

TUGAS MATA KULIAH: SISTEM PRASARANA WILAYAH DAN KOTA

DOSEN : ANITA RATNASARI
DISUSUN OLEH:

INDRA JAYA, S.Kom.

PROGRAM PASCASARJANA

MAGISTER PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA

UNIVERSITAS DIPONEGORO

TAHUN 2007

Permasalahan:

Buat Artikel tentang hubungan activity dan transport yang menghasilkan flow (pergerakan).

Pembahasan:

Sudah menjadi kodrat manusia yang sejak dilahirkan dalam hidupnya manusia tersebut akan selalu saling membutuhkan dan saling mengisi antara satu sama lain, tanpa adanya sikap saling membutuhkan tersebut, maka manusia tersebut hidup bagai terbelenggu dalam ruang dan dimensi yang serba terbatas, tanpa adanya sikap saling membutuhkan, maka manusia tersebut, bagai hidup di hutan belantara tanpa seorang pun yang menemani, kecuali hewan-hewan dan pepohonan yang diam seribu bahasa, yang ada dihutan tersebut. Dan yang paling utama adalah manusia tidak akan bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri tanpa adanya bantuan/ ketergantungan dan interaksi dengan orang lain, karena manusia dilahirkan sebagai mahluk sosial, yang akan saling membutuhkan antara satu dengan yang lainnya, dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Dalam konteks saling membutuhkan dan mahluk sosial itulah makanya manusia akan selalu berinteraksi antara manusia satu dengan yang lainnya, kadang kala untuk memenuhi kebutuhan hidupnya manusia harus melakukan suatu pergerakan dari tempat satu ketempat yang lain, dari daerah satu ke daerah yang lain, dari kota satu ke kota yang lain, bahkan pergerakan yang lebih besar lagi, hingga kebutuhan yang diharapkan oleh manusia dalam memenuhi kebutuhan individunya tersebut akan terpenuhi, sebagai contoh kebutuhan manusia dalam bidang pendidikan, individu dari manusia tersebut tidak akan bisa melaksanakan pendidikan tanpa adanya bantuan dari pihak lain, oleh karena itu mereka akan mencari tempat atau daerah yang melaksanakan kebutuhan mereka dalam bidang pendidikan tersebut, andai kata daerah untuk melaksanakan pendidikan tersebut jauh dari tempat tinggal individu tersebut, maka individu tersebut akan membutuhkan transportasi untuk menuju lokasi tersebut, itu baru satu individu, bagaimana jika individu-individu tersebut lebih dari satu, hal tersebut akan menimbulkan pergerakan-pergerakan yang ramai dari daerah satu ke daerah yang dituju, dalam hal ini adalah tempat pendidikan tersebut, begitu pula dalam hal pemenuhan kebutuhan sehari-hari, dimana individu-individu tersebut akan berkumpul dalam satu tempat yang dinamakan pasar untuk melakukan interaksi antara penjual dan pembeli, ini dapat terjadi jika ada akses transportasi yang menuju kepasar tersebut, dan ini pun akan menimbulkan pergerakan dari tempat dimana individu-individu tersebut berada menuju kepasar.

Contoh nyata yang bisa menjelaskan adannya proses pergerakan tersebut adalah adanya pergerakan dari individu-individu yang akan menuju kampus misalnya kampus UBB (Universitas Bangka Belitung), kampus yang berlokasi di daerah Bukit Intan Pangkalpinang dan berada di tepi Jalan Rasakunda, kampus tersebut berada dipusat kota Pangkalpinang, disini setiap hari senin sampai sabtu terutama pada jam-jam tertentu transportasi menuju ke kampus tersebut sangat padat, mahasiswa berangkat dari tempat tinggal mereka menuju kampus untuk melaksanakan perkuliahan ada yang datang dari dalam kota pangkalpinang sendiri ada juga yang datang dari luar kota pangkalpinang, seperti Mentok, Toboali, Koba dan Sungailiat, dari proses mahasiswa-mahasiswa menuju ke kampus itulah akan menimbulkan pergerakan antara mahasiswa dari daerah yang satu dan yang lain ke tempat perkuliahan tersebut. Itu baru proses bagaimana mahasiswa melakukan pergerakan untuk menuju ke kampus tersebut, begitu juga sebaliknya proses pergerakan mahasiswa yang akan pulang menuju tempat tinggal mereka setelah melaksanakan perkuliahan, terutama pada jam 13.00 dan jam 16.00, arus pergerakan individu-individu yang akan melewati jalan rasakunda tersebut sangat padat, masih banyak contoh-contoh pergerakan lainnya yang terjadi dalam satu wilayah ke wilayah lain, baik pergerakan dalam bidang perdagangan, jasa, industri ataupun pertanian, jadi inti dari semua itu adalah setiap ada aktifitas baik aktifitas yang berupa pendidikan, perdagangan, jasa, pertanian dan lain-lain yang melibatkan orang banyak, menuju suatu tempat atau daerah tempat melaksanakan aktifitas tersebut akan menimbulkan suatu pergerakan atau arus transportasi antara satu tempat ketempat yang lain.