Perencanaan dan Manajemen Pembangunan Pendidikan

I. PENDAHULUAN

Sekolah rusak, Ujian Negara, dan sertifikasi guru menjadi fokus pembicaraan sekaligus persoalan pendidikan yang paling mengemuka di Jawa Tengah, dan juga di daerah lain. Sarana dan prasarana pendidikan menjadi persoalan yang belum pernah tuntas, misalnya tahun 2006 terjadi sekitar 28.000 ruang kelas sekolah dasar rusak dan dalam 1 (satu) tahun pemerintah hanya mampu membenahi sekitar 12.000 ruang kelas yang rusak. Sehingga apabila tidak ada penambahan ruang kelas yang rusak maka renovasi ruang kelas baru akan tuntas dalam waktu 2,5 tahun; padahal dalam setiap tahun pasti ada ruang kelas yang rusak. Cepat atau lambat kondisi ruang belajar akan berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar.Ujian Nasional masih menjadi alat ukur utama tingkat penguasaan materi atau hasil belajar. Tingkat kelulusan UN SLTA mencapai 92,3%, sementara SLTP masih menyisakan 11,32% siswa yang tidak lulus. Kegagalan mencapai kelulusan UN ternyata membawa dampak psikologis bagi para siswa sampai menelan korban, demikian juga dengan sekolah yang rusak.Persoalan lain adalah sertifikasi guru dimana setelah puluhan tahun para pendidik eksis, kini para pendidik ini direpotkan dengan adanya tuntutan pencapaian sertifikat pendidik. Sementara yang mempunyai hak mendapatkan sertifikat adalah guru yang sudah memiliki kualifikasi akademik sarjana atau diploma empat. Pada tahun 2007 kuota sertifikasi guru dalam jabatan di Jawa Tengah mencapai 24.574 orang walaupun dalam proses sertifikasi masih ditemukan sejumlah berkas palsu dan pendaftar yang nekat meski tidak memenuhi syarat administrasi.

II. TEORI

Sebelum kita bahas masalah tersebut, ada baiknya kita pahami terlebih dahulu pengertian atau definisi dari perencanaan, ada beberapa pengertian atau definisi dari perencanaan yaitu:

Seperangkat tindakan untuk memecahkan berbagai permasalahan, khususnya masalah sosial dan ekonomi pada satu periode rencana, yang berorientasi pada horison waktu ‘yang akan datang’, pada jenis dan tingkatan perencanaan tertentu, di masa yang akan datang (Alden, 1974: 1-2),

Cara berpikir tentang masalah-masalah sosial dan ekonomi, yang berorientasi pada waktu yang akan datang, terkonsentrasi pada suatu tujuan dan keputusan bersama, serta berusaha untuk mewujudkan program dan keputusan bersama (Friedmann,1964)

Sebuah proses untuk menentukan tindakan-tindakan bagi masa depan yang diinginkan melalui serangkaian pilihan-pilihan yang logis (Davidoff,1962 in Faludi, 1983: 11)

Sebuah proses untuk mengarahkan aktivitas manusia dan kekuatan alam dengan mengacu pada kondisi masa depan yang diinginkan (Branch, 1998: 2)

Suatu lingkaran proses yang berulang dari serangkaian tahapan-tahapan yang logis (Meise and Volwahsen, 1980: 3-5)Dari sekian banyak definisi atau pengertian tentang perencanaan, dapat disarikan sebagai berikut :

Perencanaan adalah seperangkat prosedur untuk memecahkan permasalahan fisik, sosial, dan ekonomi, yang harus meliputi prinsip-prinsip sebagai berikut: Seperangkat tindakan Upaya untuk memecahkan masalah Memiliki dimensi waktu dan berorientasi ke masa yang akan datang Suatu proses berputar dengan adanya umpan balik Melibatkan beberapa alternatif untuk mencari pemecahan Menurut H.J Burbach dan L.E Decker (1972:32) perencanaan adalah suatu proses yang kontinyu.

Pengertian proses dalam hal ini adalah mengantisipasi dan menyiapkan berbagai kemungkinan, atau usaha untuk menentukan dan mengontrol kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.Sedangkan definisi perencanaan pendidikan, para ahli memiliki beragam pendapat diantaranya adalah definisi yang dikemukakan oleh Guruge (1972) bahwa: “A simple definition of educational planning is the process of preparing decisions for action in the future in the field of educational development is the function of educational planning.” Guruge mendefinisikan perencanaan pendidikan sebagai suatu proses mempersiapkan kegiatan untuk dilaksanankan di masa depan dalam lingkup pembangunan pendidikan yang merupakan fungsi dari perencanaan pendidikan. Sementara itu Albert Waterston (dalam Don Adams, 1975) berpendapat bahwa: “Functional planning involves the application of a rational system of choices among feasible cources of educational investment and other development action based on a consideration of economic and social cost and benefits.” Dari definisi tersebut didapatkan bahwa perencanaan pendidikan merupakan proses pembangunan dan pengembangan pendidikan dimana dalam menyusun perencanaan digunakan beberapa analisis yang bersifat rasional dan sistematik dari beberapa pertimbangan biaya dan keuntungan dari sisi ekonomi dan social. Sementara itu Y. Dror (Don Adams, 1975) mendefinisikan perencanaan pendidikan sebagai “As the process of preparing a sets of decisions for action in the future for the overall economic and social development of a country.” Dijelaskan bahwa perencanaan pendidikan adalah sebagai suatu proses mempersiapkan seperangkat keputusan untuk tindakan di masa depan untuk mencapai tujuan-tujuan untuk pembangunan ekonomi dan social secara menyeluruh dari suatu negara.

Manfaat perencanaan,yaitu:

* Adanya kejelasan arah pelaksanaan kegiatan

* Adanya kemudahan mengontrol dan mengeavluasi kegiatan-kegiatan yang dilakukan;

* Terlaksanaanya program kegiatan secara lancar,efeisien dan efektif.

Perencanaan pendidikan dilaksanakan untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan sebagaimana tertuang dalam visi pendidikan nasional Terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Dari definisi atau pengertian tentang perencanaan tersebut, maka dapat kita simpulkan bahwa perencanaan tersebut disusun agar dapat menuju kearah yang lebih baik, walaupun demikian tidak semua perencanaan tersebut berjalan sesuai rencana, terkadang sesuatu yang telah kita perhitungkan dengan matang, tapi pada kenyataanya kadang kala terdapat masalah yang diluar perkiraan kita, oleh karena itulah perencanaan tersebut akan terus dievaluasi dalam kurun waktu tertentu agar tujuan yang ingin dicapai dapat terwujud dan terlaksana dengan baik.

III. ANALISA

Jika kita cermati penyebab timbulnya permasalahan pendidikan yang terjadi di Jawa Tengah adalah karena terbatasnya Anggaran yang dialokasi untuk sektor pendidikan itu sendiri, hingga menyebabkan biaya yang dibutuhkan untuk mengatasi masalah pendidikan menjadi tidak sebanding dengan kenyataan yang ada. Hal ini dapat dilihat dari sekitar 28.000 ruang kelas sekolah dasar yang rusak, tapi pemerintah hanya mampu memperbaikinya sekitar 12.000-an saja per tahunnya. Berkaitan dengan masalah Ujian Nasional menurut pandangan penulis, ada beberapa sebab yang menyebabkan masih banyaknya siswa yang tidak lulus ujian, beberapa diantaranya adalah tidak meratanya kualitas pendidikan dimasing-masing daerah, kompetensi guru yang masih kurang, kurikulum yang sering berubah-ubah. Begitu juga dengan masalah sertifikasi guru yang baru beberapa tahun belakangan ini mulai dilaksanakan, sertifikasi guru masih di fokuskan pada guru-guru yang sudah senior dan sudah lama mengajar, terkadang dari mereka sudah tidak memiliki motivasi lagi untuk mengembangkan kompetensi mereka, karena masalah usia, lagi pula untuk mendapatkan sertifikasi guru tersebut sebagai syarat untuk memperoleh tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok sangat berat, banyak tahapan-tahapan yang harus dilalui.

Konsep Education For All atau lebih dikenal dengan sebutan EFA berisikan enam tujuan utama yaitu :

1. Memperluas pendidikan untuk anak usia dini. Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang diberikan kepada anak sebagai tahap awal proses belajar mengajar, sehingga sebagai bagian dari komponen pendidikan anak usia dini selayaknya menerima pendidikan.

2. Menuntaskan wajib belajar untuk semua (2015)Wajib belajar 9 (sembilan) tahun bagi anak usia sekolah adalah wajib sesuai dengan program yang telah dicanangkan pemerintah. Dengan dituntaskannya wajib belajar untuk semua maka semua anak yang berusia wajib belajar sudah menikmati pendidikan dasar yaitu SD dan SMP.

3. Mengembangkan proses pembelajaran/keahlian untuk orang muda dan dewasaProses pembelajaran/keahlian merupakan upaya untuk memperkaya keahlian dan wawasan diri yang selayaknya dimiliki oleh setiap orang baik yang berusia muda maupun dewasa.

4. Meningkatnya 50% orang dewasa yang melek huruf (2015), khususnya perempuanMasih banyaknya orang dewasa yang belum melek huruf mendorong pemerintah untuk lebih memperluas sasaran pendidikan sehingga diharapkan akan lebih banyak orang yang dapat mengenyam pendidikan dan merasakan manfaatnya termasuk di dalamnya orang dewasa yang belum melek huruf.

5. Menghapuskan kesenjangan genderDengan adanya persamaan gender maka setiap orang baik laki-laki maupun perempuan mempunyai hak yang sama dalam pendidikan sehingga pendidikan dapat diterima dan dirasakan manfaatnya bagi semua orang tanpa terkecuali.

6. Meningkatkan mutu pendidikanPendidikan akan lebih bernilai apabila pendidikan yang diterima setiap orang mempunyai kualitas sehingga akan tercipta manusia-manusia pembangunan (sumber daya manusia) yang berkualitas pula. Visi Departemen Pendidikan Nasional lebih menekankan pada pendidikan tranformatif, yang menjadikan pendidikan sebagai motor penggerak perubahan dari masyarakat berkembang menuju masyarakat maju dimana pembentukan masyarakat maju selalu diikuti oleh proses transformatif struktural, yang menandai perubahan dari masyarakat yang potensi kemanusiaannya kurang berkembang menuju masyarakat maju dan berkembang yang mengaktualisasikan potensi kemanusiaannya secara optimal.

Di era global, transformasi berjalan sangat cepat yang kemudian mengantarkan masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge based society) dimana pada masyarakat berbasis pengetahuan, peranan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat dominan.Pendidikan bertugas menyiapkan peserta didik agar dapat mencapai peradaban yang maju melalui perwujudan suasana belajar yang kondusif, aktivitas pembelajaran yang menarik dan mencerahkan, serta proses pendidikan yang kreatif. Keberhasilan pelaksanaan pendidikan tentunya tidak lepas dari perencanaan pendidikan untuk mengatur komponen-komponen dalam pendidikan karena perencanaan pendidikan dimaksudkan untuk mempersiapkan semua komponen pendidikan agar dapat terlaksananya proses belajar mengajar yang baik dalam penyelenggaraan pendidikan dalam mencapai sasaran pendidikan sebagaimana yang diharapkan. Ada 10 (sepuluh) komponen utama pendidikan yaitu peserta didik, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, paket instruksi pendidikan, metode pengajaran (dalam proses belajar mengajar), kurikulum pendidikan, alat instruksi dan alat penolong instruksi, fasilitas pendidikan, anggaran pendidikan, dan evaluasi pendidikan. Melihat kasus yang terjadi dimana persoalan-persoalan pendidikan muncul seperti sekolah rusak, ujian nasional yang membebani siswa, dan sertifikasi guru maka akar permasalahan adalah pada perencanaan dimana pada proses perencanaan pendidikan di Jawa Tengah belum ada kesinergisan komponen-komponen dalam pendidikan sehingga diterapkannya suatu kebijakan/aturan/pedoman dalam pendidikan tanpa disertai perencanaan yang jelas. Apabila perencanaan pendidikan di Jawa Tengah dibuat secara sinergis maka kemungkinan-kemungkinan yang akan timbul apalagi berdampak negatif akan dapat ditangani secara tuntas. Hal ini juga dikarenakan dalam perencanaan pendidikan nasional tidak disertai aturan/petunjuk yang pasti yang dapat menjadi acuan bagi daerah dalam pelaksanaan pendidikan. Di sisi lain lemahnya koordinasi dan keterbatasan-keterbatasan yang ada baik sumber daya manusia maupun sumberdaya yang lain seperti anggaran juga sangat berpengaruh, dan justru karena keterbatasan-keterbatasan itulah maka perlu disusun suatu perencanaan pendidikan yang melibatkan banyak pihak baik pemerintah (eksekutif dan legislative) maupun stake holder. Hal ini karena pendidikan adalah milik semua sehingga setiap orang bertanggung jawab terhadap pendidikan dan dituntut perannya secara nyata (partisipatif) sehingga antara pemerintah dan masyarakat akan saling mendukung dalam membangun pendidikan..

IV. REKOMENDASI

Dari beberapa hal yang terurai di atas maka dapat disimpulkan bahwa perencanaan memegang peran yang penting dalam suatu organisasi termasuk juga adalah perencanaan pendidikan. Dalam penyusunan perencanaan pendidikan diperlukan keterlibatan pihak-pihak terkait pendidikan untuk melakukan koordinasi baik pemerintah (eksekutif dan legislative) dan stakeholder. Dalam pelaksanaannya perencanaan ini tentunya akan diikuti dengan tahapan berikutnya yaitu pengawasan/pengendalian (monitoring evaluasi) untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya penyimpangan pelaksanaan tidak sesuai perencanaan dan apabila hal tersebut terjadi dapat diantisipasi sedini mungkin.

V. PENUTUP

Pendidikan adalah tanggung jawab bersama sehingga keterlibatan semua pihak dituntut perannya secara nyata dalam membangun dan memajukan dunia pendidikan supaya Visi dan Misi dari Depdiknas dapat terwujud dengan baik dan sukses, tanpa keterlibatan semua pihak, mustahil pendidikan di negara ini dapat bersaing dengan negara lain.

4 Tanggapan

  1. pemikiran yang bagus tetapi akan lebih bagus bila dilengkapi banyak teori dan pengalaman dilapangan

    • Yups benar sekali, saya juga masih belajar nih, masih banyak yang tidak tahu, hanya mencoba mencurahkan pikiran saja, apapun itu hasilnya adalah yang terbaik buat saya.

  2. kenapa kok g dilengkapi daftar pustaka ato footnote nya?.
    mungkin itu bisa lebih membantu dalam pencarian sumber,,,

    • Waduh kalau gak salah, tulisan itu kemaren adalah soal yang diberikan oleh Dosen dan saya lupa mencantumkan sumber dosen tersebut dapat dari koran apa, kami sebagai mahasiswa ditugaskan untuk menganalisis permasalahan tersebut kemudian memberikan rekomendasi terhadap permasalahan yang terkait dengan soal yang diberikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: