Kiat Sukses Belajar Bahasa Inggris

Sebelum mulai membaca, anda perlu tahu bahwa: Belajar bahasa Inggris memerlukan aksi. Anda mungkin saja sudah mengetahui tips belajar bahasa Inggris, tetapi jika Anda tidak mulai melaksanakannya, itu berarti Anda tidak akan mencapai keberhasilan apapun. Oleh karena itu metode ini tidak hanya dibaca saja; tetapi juga dibaca dan dilaksanakan. Anda memerlukan dua hal untuk belajar bahasa Inggris dengan baik yaitu

1. Passion dan

2. Metoda belajar yang efektif – dan yang paling penting adalah passion (daya tarik). Mengapa? Karena passionlah yang membuat kamu ingin belajar bahasa Inggris; sedangkan metoda belajar hanya memberitahu Anda mengerti bagaimana melaksanakannya dengan lebih cepat. Jika Anda mencintai belajar bahasa Inggris maka:

· Anda akan belajar secara teratur

·Menghabiskan waktu lebih banyak untuk belajar bahasa Inggris.

·Belajar bahasa Inggris akan menjadi lebih mudah. Hal ini bisa terjadi karena otak Anda mudah mengingat informasi mengenai hal-hal yang Anda sukai. (Contohnya, beberapa orang yang suka pelajaran sejarah akan mengetahui segala hal tentang Perang Dunia II. Jika Anda meminta “seorang biasa” untuk mengingat semua fakta-fakta ini, mereka akan kesulitan mengigatnya). Kami tahu bahwa Anda mungkin tidak suka belajar bahasa Inggris. Dan bahkan walaupun Anda menyukainya, kadang-kadang Anda tidak ingin mempelajarinya. Inilah cara psikologi manusia bekerja – kadang-kadang kita begitu malas, bosan dan lelah sehingga kita tidak ingin apapun sekalipun kita menyukai hal-hal tersebut.

Berikut ini adalah hal-hal yang dapat Anda lakukan ketika merasa enggan belajar bahasa Inggris: ·Imaginasikan dirimu di masa depan 1. Bayangkan dirimu dapat berbicara dengan native speakers seperti layaknya Anda berbicara menggunakan bahasa Indonesia. 2. Bayangkan orang lain ingin berbicara selancar Anda. 3.Bayangkan mudahnya menulis e-mail ke siapa saja di seluruh dunia.·Ingat bahwa Anda sudah baik. 1. Anda sudah tahu sedikit bahasa Inggris (Anda sedang membaca sebuah artikel tentang bahasa Inggris sekarang). Ini adalah langkah menuju sukse yang penting sekali! 2. Sekarang waktunya untuk kesuksesan yang lebih besar. Waktunya untuk memulai dengan metode belajar yang lebih efektif. Saatnya untuk mahir berbahasa Inggris secara impresif. ·Gunakan bahasa Inggris kapan saja.  Ini sangat penting. Semakin banyak Anda memakai bahasa Inggris, semakin banyak yang ingin Anda pelajari. Karena bahasa Inggris itu begitu popular maka Anda dapat menggunakannya di mana-mana. 1. Anda dapat menggunakan Yahoo untuk menemukan website berbahasa Inggris dengan informasi yang menarik. 2.Anda dapat menonton film Amerika atau lainnya atau bermain game petualangan di internet dengan bahasa Inggris, 3. Membaca buku yang menarik dalam bahasa Inggris atau anda dapat menulis hal-hal yang menarik. Jika Anda melakukan hal-hal ini, Anda tidak hanya belajar bahasa Inggris tetapi juga menikmatinya. 4. Jika Anda melihat bahwa sebuah kata asing membuat Anda bisa mengerti pertunjukkan TV favorit Anda (atau berkomunikasi dengan orang lain atau mengalahkan sebuah game komputer), itu berarti Anda akan ingin belajar lebih banyak lagi kata-kata asing lainnya. ·Berbicaralah kepada siapa saja tentang bahasa Inggris. Ini adalah metoda yang sederhana, tetapi sangat efektif. ·Temukan teman yang juga belajar bahasa Inggris. Jika Anda dapat menemukan seseorang yang belajar bahasa Inggris dan berada pada ketrampilan yang sama, Anda akan berada pada situasi yang baik sekali: 1. Anda dapat mencari seseorang yang bisa diajak berbicara dalam bahasa Inggris. 2. Percakapan dalam bahasa Inggris akan meningkatkan minat Anda dalam berbahasa Inggris. 3. Belajar akan menjadi lebih mudah, karena Anda bisa mendiskusikan masalah Anda dengannya. 4. Anda akan belajar lebih banyak tentang bahasa Inggris, karena Anda ingin menjadi lebih baik dari pada teman Anda. Anda harus bertemu dengan teman Anda secara teratur. Idealnya dia sebaiknya tinggal dekat dengan Anda, pergi ke sekolah yang sama. Jika Anda benar-benar tidak dapat menemukan seorangpun yang ingin belajar bahasa Inggris, Anda bisa mencoba menemukan seseorang dengan menggunakan e-mail. Ini adalah solusi yang kurang begitu efektif: percakapanmu akan lebih sedikit, dan sulit untuk berkompetisi dengan seseorang yang tidak begitu mengenal Anda. Belajar bahasa Inggris adalah investasi untuk masa depan. Jika Anda menghabiskan uang untuk sesuatu yang berharga maka Anda ingin menggunakannya. Contohnya, jika Anda membeli raket tenis yang mahal maka Anda akan pergi bermain tenis setiap hari. Hal ini berlaku pula dengan bahasa Inggris. Jika Anda ingin meningkatkan keinginan Ada belajar bahasa Inggris maka investasikanlah uang Anda untuk belajar bahasa Inggris.·Bacalah berbagai bacaan bahasa inggris· Kursus bahasa Inggris Jarak JauhAnda bisa mengikuti kursus bahasa Inggris di kota tempat Anda berada. Namun bila Anda terlalu sibuk maka ada alternative lain. Anda bisa pula mengikuti kursus bahasa Inggris jarak jauh. Manfaat mengikuti kursus jarak jauh antara lain: 1. Anda bisa belajar dimanapun. Materi kursus bisa dipelajari di rumah, di kantor atau pun di tempat kerja. 2. Waktu dan lama kursus juga fleksibel. Anda tidak perlu bersusah payah ke tempat kursus bila hari hujan, atau bila Anda sedang sibuk. Setiap saat kalau sempat maka Anda bisa mempelajari materi kursus. 3. Bila Anda disiplin dan mengerjakan semua pekerjaan rumah, maka Anda bisa menyelesaikan kursus pada waktunya dan menerima sertifikat yang berguna untuk menunjang karir Anda. Ingat! Belajar bahasa Inggris membutuhkan usaha. Suatu usaha yang sungguh-sungguh akan mendatangkan manfaat yang besar bagi masa depan Anda. Diterjemahkan oleh Charles Roring dari artikel berbahasa inggris di Antimoon.com

Iklan

Pengenalan HTML (Bagian Kedua)

MEMFORMAT DOKUMEN HTML

2.1      Mengatur Perataan

2.1.1  Perataan Heading

Untuk melakukan perataan pada Heading kita dapat menggunakan attribut ALIGN, isi dari attribut ini adalah Left (rata kiri), Center (rata tengah), dan Right (rata kanan). Perhatikan contoh dibawah ini :

<h2 align=center>DINAS PENDIDIKAN KOTA PANGKALPINANG </h2>

2.1.2     Perataan Paragraph

Untuk melakukan perataan paragraph kita dapat menggunakan attribut ALIGN, isi dari attribut ini adalah Left (rata kiri), Center (rata tengah), dan Right (rata kanan). Perhatikan contoh dibawah ini :

<p align=right><b>MISI DINAS PENDIDIKAN KOTA PANGKALPINANG</b>  Mewujudkan masyarakat yang berkualitas, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, melalui pemerataan dan perluasan kesempatan belajar, peningkatan kualitas tenaga kependidikan dan peningkatan pengamalan ajaran agama di lembaga pendidikan sehingga tercipta masyarakat yang cerdas, menguasai iptek, beriman, bertaqwa, berkepribadian, berdaya saing tinggi dalam era globalisasi”. </p>

2.2     Mengatur Garis Horizontal

Untuk mengatur garis horizontal kita dapat menggunakan attribut Size (ketebalan garis), Width ( pangjang garis), Align (perataan) dan Noshade (tanpa bayang-bayang 3D)

Perhatikan contoh dibawah ini .

<hr size=3 width=350 align=center noshade>

<center> Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang <br>

Jln. Rasakunda Bukit Intan Pangkalpinang

<hr size=3 width=350 align=center noshade></center>

2.3     Memformat Teks

2.3.1  Physical Style

Untuk mengatur physical style kita dapat menggunakan tag seperti berikut :

<b>…….</b>                   – Cetak tebal

<i>………</i>                   –  Cetak miring

<u>……..</u>                  –  Cetak garis bawah

<s>………</s>                  –  Coretan pada teks

<blink>…….</blink>      –  Teks berkedip, hanya pada Netscape.

<sub>……….</sub>        –  Teks subscript

<sup>………..</sup>       –  Teks superscript

<big>…………</big>        – Membesarkan teks

<small>……….</small>  – Mengecilkan teks

2.3.2 Mengatur Font

Untuk font kita dapat menggunakan tag <FONT>, tag ini memiliki attribut :

Size (ukuran teks),

attribut ini memiliki nilai 1,2,3,4,5,6, atau 7. Nilai 1 adalah ukuran terkecil dan nilai 7 adalah ukuran terbesar.

-Color (warna teks)

Attribut ini dapat diisi dengan Aqua, Black, Blue, Fuchsia, Gray, Green, Lime, Maroon, Navy, Olive, Purple, Red, Silver, Teal, White, Yellow, atau menggunakan kode hexadecimal.

Face (jenis font)

Attribut ini diisi dengan jenis font, perhatikan contoh dibawah ini :

<p><font size=3 face=”tahoma” color=”purple”><b> Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang memiliki Visi, Unggul Dalam Prestasi Pendidikan Bernuansa IMTAQ di Kawasan Sumatera Bagian Selatan Tahun 2008”. </font>

2.4 Membuat List (Daftar)

2.4.1 Numbered List

Numbered List adalah suatu dafta yang diawali dengan nomor yang berurutan. Untuk membuat Numbered List kita menggunakan tag <OL>…….</OL> dan tag <LI> yang menyatakan dartar item.

Perhatikan contoh dibawah ini :

<HTML>

<HEAD>

<TITLE> Client Wan Kota Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang </TITLE>

</HEAD>

<BODY bgcolor=yellow text=blue link=brown alink=blue vlink=blue>

<h2 align=center> DAFTAR CLIENT WAN KOTA PANGKALPINANG</h2>

<OL>

<LI> SD NEGERI 1 PANGKALPINANG

<LI> SMP NEGERI 1 PANGKALPINANG

<LI> SMA NEGERI 1 PANGKALPINANG

<LI> SMK NEGERI 1 PANGKALPINANG

<LI> SD THERESIA PANGKALPINANG

<LI> SMP BUDI MULIA PANGKALPINANG

</OL>

</BODY>

</HTML>

Kita juga dapat membuat daftar didalam daftar yang lainnya,

Perhatikan contoh dibawah ini :

<OL>

<LI> SD NEGERI 1 PANGKALPINANG

<OL>

<LI> Juliar Idham

<LI> Indra Jaya Adriand

<LI> Decky Sunarto

</OL>

<LI> SMP NEGERI 1 PANGKALPINANG

<LI> SMA NEGERI 1 PANGKALPINANG

<LI> SMK NEGERI 1 PANGKALPINANG

</OL>

2.4.1.1 Mengatur Jenis Penomoran

Kita dapat mengatur jenis penomoran dengan attribut TYPE. Tabel dibawah menjelaskan jenis penomoran yang dapat kita pakai.

Attribut

Fungsi
TYPE = A A, B, C, D, —–
TYPE = a a, b, c, d, ——-
TYPE = I I, II, III, IV, ——
TYPE = i i, ii, iii, iv, ———
TYPE = 1 1, 2, 3, 4, ———–
START = n n adalah nilai awal daftar

Perhatikan contoh dibawah ini :

<OL TYPE = 1>

<LI> SD NEGERI 1 PANGKALPINANG

<OL TYPE=a>

<LI> Juliar Idham

<LI> Indra Jaya

<LI> Decky Sunarto

</OL>

<LI> SMP NEGERI 1 PANGKALPINANG

<LI> SMA NEGERI 1 PANGKALPINANG

<LI> SMK NEGERI 1 PANGKALPINANG

</OL>

2.4.2 Membuat Bulleted List

Bulleted List adalah suatu daftar yang tidak memperhatikan urutan dari item-item pada daftar tersebut.

Untuk membuat Bulleted List kita menggunakan tag <UL>………</UL> dan tag <LI> yang menyatakan daftar item.

Perhatikan contoh dibawah ini :

<UL>

<LI> SD NEGERI 1 PANGKALPINANG

<OL TYPE=a>

<LI> Juliar Idham

<LI> Indra Jaya

<LI> Decky Sunarto

</OL>

<LI> SMP NEGERI 1 PANGKALPINANG

<LI> SMA NEGERI 1 PANGKALPINANG

<LI> SMK NEGERI 1 PANGKALPINANG

</UL>

2.4.2.1 Merubah Tanda Bulleted List

Kita dapat mengatur tanda bulleted list dengan attribut TYPE. Tabel dibawah ini menjelaskan tanda Bulleted List yang dapat kita pakai.

Attribut

Fungsi
TYPE = circle Tanda Lingkaran
TYPE = square Tanda Kotak
TYPE = disc Tanda Cakram

2.4.3 Menu List

Menu list biasanya berisi daftar-daftar berupa item yang memiliki link ke halaman lainnya. Untuk membuat Menu List kita dapat menggunakan tag <MENU>——</MENU>, tag <LI> dan untuk link menggunakan tag <A HREF>

Perhatikan contoh dibawah ini :

<MENU>

<LI><A HREF=”http://www.dinpendikpkp.go.id>DINAS PENDIDIKAN KOTA PANGKALPINANG</A>

<LI><A HREF=”http://ict.dinpendikpkp.go.id </A>

<LI><A HREF=”https://indrajayaadriand.wordpress.com</A&gt;

</MENU>

2.4.4 Directory List

Directory List digunakan untuk membuat daftar dimana item-item yang digunakannya biasanya pendek. Tag yang digunakan membuat directory list adalah <DIR>……</DIR>

Perhatikan contoh dibawah ini :

<HTML>

<HEAD>

<TITLE> DIRECTORY LIST </TITLE>

</HEAD>

<BODY bgcolor=green text=black link=brown alink=blue vlink=black?

<H2>MENU UTAMA</H2>

<DIR>

<LI>PROFIL

<LI>STRUKTUR ORGANISASI

<LI>VISI DAN MISI

<LI>RENSTRA

<LI>PROGRAM

</DIR>

</BODY>

</HTML>

(BERSAMBUNG)……………………………..

Pengenalan HTML (Bagian Pertama)

1.1 HTML (HyperText Markup Language)

HTML merupakan kepanjangan dari HyperText Markup Language bahasa ini digunakan untuk membuat hypertext page (halaman hypertext) pada Internet. Pada dokumen kita tidak harus membaca teks secara berurutan baris per baris atau halaman per halaman, tetapi kita dapat melompat dari satu topik lain yang kita inginkan.

Yang membedakan dokumen HTML dengan dokumen pada umumnya, adalah adalanya elemen-elemen HTML beserta tag-tagnya. Elemen dan tag HTML menentukan bagian dan format pada suatu bagian pada struktur dokumen HTML.

HTML merupakan bahasa pemrograman yang fleksibel dimana kita dapat menempatkan script dari bahasa program lain seperti Java, Visual Basic, C++ dan lain-lain. Karena HTML berupa text dokumen biasa (ASCII) maka HTML dapat dibaca oleh platform yang berlainan seperti Windows, Unix dan lain-lainnya.

1.2 Struktur Dokumen HTML

Pada dokumen HTML terdapat 3 tag utama yang membentuk struktur HTML tersebut, yaitu tag:

  • <HTML> —- Sebagai tanda awal dokumen HTML.
  • <HEAD> —– Sebagai informasi page header. Didalam tag ini kita bisa meletakkan tag-tag TITLE, BASE, ISINDEX, LINK, SCRIPT, STYLE & META.
  • <BODY>—— Didalam tag ini bisa diletakkan berbagai page attribute seperti warna latar belakang, warna teks, warna link, warna visited link, warna active link dan lain-lain.

Struktur Dokumen HTML terlihat seperti conto dokumen HTML dibawah ini :

<HTML>

<HEAD>

<TITLE> Pengelan HTML </TITLE>

</HEAD>

<BODY>

<b> Belajar HTML emang paling mengasikan lohhhhhhhhh </b>

</BODY>

</HTML>

1.3   Elemen

Elemen pada dokumen HTML berupa tag-tag beserta teks yang ada didalam tag-tag tersebut. Pada dokumen HTML, terdapat dua kelompok elemen utama yaitu elemen-elemen <HEAD> dan elemen <BODY>. Elemen yang terdapat pada <HEAD> berisi informasi mengenai dokumen HTML tersebut sebagai contoh judul dokumen. Untuk menuliskan judul dokumen menggunakan tag <TITLE>, lihat pada contoh dokumen HTML diatas. Elemen-elemen pada <BODY> menentukan isi dari dokumen HTML seperti paragraf (menggunakan tag <p>, lihat pada contoh dokumen HTML diatas), tabel ,form, frame dan lain-lain. Pada dokumen HTML tidak dibedakan pemakaian huruf kecil dan huruf besar suatu elemen, penulisan <p> ataupun <p> memberikan hasil yang sama pada browser.

1.4 Tag

Tag diawali dengan tanda < (tanda lebih kecil) dan diakhiri dengan tanda > (tanda lebih besar). Pada saat browser membaca dokumen HTML, maka browser mencari tag yang terdapat pada dokumen HTML tersebut.

Pada dokumen HTML terdapat 4 macam tag, yaitu :

  • Tag berpasangan     :

Perintah awal (opening tags) berada diantara (<….>). Perintah akhir (closing tags) mengandung / dimuka perintah sehingga berbentuk seperti (</….>). Sebagai contoh tag yang digunakan untuk menebalkan teks adalah : <b>….teks….</b>

  • Tag tunggal              :

Sebagai contoh seperti <br> untuk pindah baris, dan <hr> membuat garis horizontal.

  • Tag dengan atribut :

Sebagai contoh <BODY bgcolor=yellow>, bgcolor adalah attribut yang dapat digunakan pada tag <BODY> yang fungsinya untuk mengatur tampilan latar belakang. Suatu nilai attribut harus ditulis didalam pasangan tanda petik ganda kecuali nilai attribut tersebut suatu kumpulan dari nilai tertentu, sebagai contoh <p align=center> atau nilai attribut tersebut hanya berisi angka, huruf dan titik.

  • Disamping itu terdapat juga tag yang perintahnya dapat memakai closing tag maupun tidak sebagai contoh tag : <p> yakni tag paragraph dan <li> untuk membuat daftar (list)

1.5     Tag-Tag Dasar Pada HTML

Tag <HTML> sebagai tanda awal dari dokumen HTML, semua informasi yang terdapat pada dokumen HTML harus berada didalam tag awal dan tag akhir dari tag <HTML>

1.5.1  <HTML>

Tag <HTML> sebagai tanda awal dari dokumen HTML, semua informasi yang terdapat pada dokumen HTML harus berada didalam tag awal dan tag akhir Tag <HTML>.

1.5.2  <HEAD>

Tag <HEAD> sebagai informasi page header. Didalam tag ini kita bisa meletakkan tag-tag.

  • TITLE : Tag ini digunakan untuk menentukan judul dokumen HTML, tag ini harus digunakan pada dokumen HTML. Contoh : < TITLE> Belajar HTML </TITLE>
  • BASE  :  Tag ini digunakan untuk menentukan suatu link ke alamat web induk. Perintah ini mirip dengan perintah PATH pada perintah DOS.

<BASE HREF=”https://indrajayaadriand.wordpress.com&gt;

Setelah penulisan perintah diatas maka penulisan perintah <IMG SRC =”gambar/indra.jpg> mempunyai arti sama dengan penulisan : < IMG src=”https://indrajayaadriand.wordpress.com/gambar/indra.jpg&#8221; mce_src=”https://indrajayaadriand.wordpress.com/gambar/indra.jpg”&gt;

  • ISINDEX

Tag ini digunakan untuk melakukan pencarian dalam dokumen.

Contoh : <ISINDEX prompt=”Ketik teks yang akan dicari:”>

  • META

Tag ini dipakai untuk memberikan informasi mengenai dokumen. Attribut yang dapat digunakan pada tag ini adalah :

  1. NAME               : Suatu informasi mengenai dokumen
  2. HTTP-EQUIV : Attribut ini digunakan untuk menghubungkan elemen meta ke protokol tertentu.
  3. CONTENT       : Merupakan isi dari nama suatu meta.

Contoh : <META HTTP-EQUIV=”REFRESH”CONTENT=2>

Dokumen akan dipanggil secara otomatis dalam 2 detik.

<META NAME=”GENERATOR” CONTENT=”MACROMEDIA DREAMWEAVER MX”>

Dokumen dibuat dengan MACROMEDIA DREAMWEAVER MX.

1.5.3 <BODY>

Tag ini digunakan untuk menentukan bagian isi dokumen. Beberapa Atribut yang dapat kita gunakan pada tag ini adalah :

  • BGCOLOR :

Mengatur warna belakang, warna dapat kita tuliskan namanya, misalkan yellow, blue, red dll, atau menggunakan nilai HEX.

Contoh : < BODY bgcolor=yellow>

<BODY bgcolor=”FFFFFF”>

  • ALINK  : Mengatur warna link yang sedang aktif.
  • VLINK  : Mengatur warna link yang belum pernah dipilih.
  • VLINK  : Mengatur warna link yang pernah dipilih.
  • BACKGROUND : Memanggil file gambar yang akan digunakan sebagai latar belakang.
  • LEFTMARGIN : Mengatur margin kiri dokumen.
  • TOPMARGIN   : Mengatur margin atas dokumen.
  • TEXT                  : Mengatur warna teks pada dokumen.

1.5.5 Paragraph

Untuk menyatakan suatu kumpulan teks sebagai paragraph kita menggunakan tag <P>

Contoh :

<p> HTML merupakan kepanjangan dari Hyper Text Markup Language</p>

1.5.6 BLOCKQUOTE

Untuk menuliskan suatu kelompok teks agar tampilannya dicetak dengan indent kita dapat menggunakan tag <BLOCKQUOTE>. Perhatikan contoh dibawah ini :

<blockquote> HTML merupakan kepanjangan Hyper Text Markup Language </blockquote>.

1.5.7 PREFORMATTED TEXT

Pada saat kita menggunakan tag <p> untuk paragraph, penekan tombol tab, spasi atau enter tidak berpengaruh terhadap tampilan dibrowsernya. Apabila kita menghendaki agar penekanan tombol-tombol tersebut memberikan efek pada tampilan di browser, kita dapat menggunakan tag <PRE>. Perhatikan contoh dibawah ini :

<PREE>

AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

BBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBB

CCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCC

DDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDD

EEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE

</PRE>

Tampilan pada browser adalah sama dengan yang tertulis pada dokumen HTML diatas.

1.5.8 ADDRESS

Untuk menampilkan informasi tentang pembuat Home Page kita dapat menggunakan tag <ADDRESS> Perhatikan contoh dibawah ini :

<ADDRESS>

<H4>ALAMAT:</H4>

Indra < A HREF =” https://indrajayaadriand.wordpress.com“>  TIM ICT DINPENDIK PKP </A>

</ADDRESS>

1.5.9 Karakteristik Spesial ( Entity )

Ada dua macam entity yang dapat kita gunakan, yaitu : character entity dan numeric entity.

Contoh character entity :

  • < karakter <
  • > karakter>

Contoh numeric entity

  • ¹ karakter@
  • ² karakter@

1.5.10 Pergantian Baris

Supaya teks ditulis pada garis yang baru maka kita dapat menambahkan tag <BR> pada akhir baris sebelumnya. Perhatikan contoh dibawah ini :

Kantor <br>

Jalan Rasakunda Bukit Intan Pangkalpinang <br>

Propinsi Kep. Bangkabelitung <br><br>

Penulisan <BR> dua kali dimaksudkan agar terbentuk spasi kosong sebelum baris berikutnya.

1.5.11 Garis Horisontal

Untuk membuat garis horizontal kita dapat menggunakan tag <HR>, perhatikan contoh dibawah ini :

<hr>

Kantor <br>

Jalan Rasakunda Bukit Intan Pangkalpinang <br>

Propinsi Kep. Bangkabelitung <br>

<hr>

1.5.12 Memberi Komentar

Untuk memberi komentar kita dapat menggunakan tag <COMMENT> teks </COMMENT>, atau <!—-teks>. Perhatikan contoh dibawah ini.

<COMMENT> Teks ini hanya komentar </COMMENT>

<!—Dapat diletakkan dibaris manapun——>

(bersambung)

Baca lebih lanjut

1-2 Tahun Lagi Harga Bandwidth Turun Signifikan

Masalah keterbatasan bandwidth dan tidak adanya kompetisi menjadi hambatan untuk menurunkan harga bandwitdth saat ini. Hal ini terkait dengan harga bandwidth di Indonesia yang tergolong masih mahal.

Menurut Menteri Komunikas dan Informasi Sofyan Djalil, masalah insfrastruktur saat ini tidak perlu dikhwatirkan. “Dalam 1 hingga 2 tahun mendatang, harga bandwidth turun signifikan, ” ujar Sofyan dalam ajang Bubu Awards v.05.

Sementara itu, izin bandwidth internasional pun akan diberikan agar lebih banyak lagi yang bisa ikut berkompetensi. Apalagi saat ini kebijakan menentukan harga sewa bandwidth oleh perusahaan telah dibuat.

Pendapat senada diungkapkan oleh staf khusus Menkominfo, Alexander Rusli. Menurut Alex, Indonesia tidak mempunyai beragam pilihan untuk penyedia layanan internet. Alex menjelaskan, komponen internasional itu masih mahal.”Karena memang tidak ada alternatif, jadi pilihan itu tidak banyak, ” ujar Alex. Menurutnya, yang paling murah per unit cost adalah dengan menggunakan fiber optic.

Dengan masuknya pemain baru, dalam 1 sampai 2 tahun kedepan penurunan harga bandwidth di Indonesia dapat mencapai 40 persen. Selain itu, diharapkan juga pada 2 hingga 3 tahun mendatang insfrastruktur ICT diharapkan bisa lebih baik.

Meningkatkan Kegairahan IPTEK Lewat Multimedia

PADA 23 Agustus 2004, bersamaan dengan ulang tahun ke-37 LIPI, diluncurkan jasa publik LIPI berbasis teknologi informasi (http://www.lipi.go.id).Situs ini bertujuan memasok informasi ilmiah bagi masyarakat Indonesia secara cuma-cuma lewat internet. Layanan yang diperkenalkan terdiri dari tiga jenis: umum, jasa ilmiah, dan portal ilmiah. Layanan umum memuat informasi LIPI, layanan jasa ilmiah memuat antara lain jurnal online, informasi HAKI, database riset, sedangkan portal ilmiah mewadahi bidang fisika, komputasi, energi, dan kimia.

Demikian dikatakan Anto Satriyo Nugroho, Peneliti BPP Teknologi, anggota ISTECS-Japan. Saat ini menjadi Visiting Professor pada School of Life System Science & Technology Chukyo University of Japan.

Keberadaan situs ini merupakan angin segar yang berhembus di tengah maraknya isu mahalnya pendidikan dan sulitnya melakukan penelitian di Indonesia. Telah umum diketahui bahwa anggaran untuk mendanai kegiatan iptek di Indonesia relatif kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya maupun dibandingkan dengan negara yang lain. Anggaran iptek tahun 2004 hanya 0,05 persen dari PDB (Rakornas Ristek 2004). Angka ini relatif sangat kecil dibandingkan misalnya dengan negara jiran Malaysia, yang menganggarkan 0,5 persen dari PDB untuk mendorong pertumbuhan iptek di negeri tersebut. Dari dana 0,05 persen PDB ini masih dibagi-bagi untuk pengadaan alat dan bahan, sehingga anggaran untuk pengadaan literatur ilmiah akan jauh lebih kecil lagi. Padahal informasi ilmiah yang antara lain berupa jurnal, proseding seminar, merupakan kebutuhan pokok bagi seorang peneliti di perguruan tinggi maupun industri.

Seorang peneliti dituntut untuk rajin mengikuti perkembangan teknologi di bidangnya. Sumber utama adalah jurnal ilmiah, yang jumlahnya ribuan dan diterbitkan di berbagai bidang. Akan tetapi, akses terhadap literatur ilmiah memiliki keterbatasan. Tidak semua perpustakaan berlangganan jurnal ilmiah dalam versi cetak, yang cukup lengkap dan memenuhi kebutuhan peneliti. Dalam hal ini keberadaan digital library merupakan solusi yang sangat membantu seorang peneliti untuk menemukan sumber informasi yang diperlukannya.

Manfaat terbesar dari digital library ini adalah akses tak terbatas terhadap sebuah artikel ilmiah. Artikel yang berada dalam format elektronik tidak pernah out of print, sedangkan artikel yang terbit dalam versi cetak, seringkali terbatas jumlah terbitannya. Digital library yang dapat diakses online membuat akses terhadap artikel ilmiah pun menjadi lebih mudah. Dengan bermodalkan PC yang terhubung ke internet, sebuah artikel terbaru yang diterbitkan di journal The Institute of Electrical & Electronics Engineers (IEEE) di Amerika, misalnya, dapat diperoleh di Indonesia dalam hitungan detik. Dengan kata lain, informasi online akan menghilangkan kendala geografis, yang selama ini merupakan masalah utama dalam mencari sumber ilmiah.

Di negara maju, misalnya di Jepang, informasi online merupakan sumber penting bagi penelitian. Perpustakaan di perguruan tinggi dan lembaga penelitian biasanya berlangganan jurnal elektronik, seperti Nature, Science, atau jurnal-jurnal ilmiah yang diterbitkan Elsevier dsb. Selain itu informasi literatur di berbagai perpustakaan di Jepang dapat diketahui dengan layanan NACSIS Webcat. NACSIS Webcat ini merupakan sistem berbasis www, yang dapat mencari database katalog untuk buku, majalah, jurnal ilmiah dan material yang disimpan di perpustakaan perguruan tinggi di Jepang. Dengan memanfaatkan NACSIS Webcat, seorang peneliti dapat menemukan lokasi di mana artikel ilmiah yang diperlukannya berada. Kalau artikel tersebut tidak terdapat di institusinya, dia dapat memesan artikel itu ke perpustakaan lain yang memilikinya. Sehingga peneliti di Jepang memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses literatur ilmiah.

Kesempatan akses informasi yang besar ini ternyata memberikan pengaruh lain. Steve Lawrence melaporkan bahwa artikel yang dimuat online memiliki frekuensi rujukan yang lebih tinggi daripada informasi yang dimuat offline. Penelitian yang dimuat dalam majalah ilmiah terkemuka, Nature tahun 2001 (Vol.411, No.6837, halaman 5221), mengamati frekuensi rujukan terhadap sekitar 120 ribu paper ilmiah di bidang komputer, yang dipublikasikan secara offline (versi cetak), maupun yang dapat diakses secara online. Pengamatan yang dilakukan pada publikasi paper ilmiah dalam interval 10 tahun, dari 1989-2000 ini berkesimpulan bahwa paper yang dapat diakses secara online memiliki frekuensi rujukan lebih dari dua kali lipat paper yang tidak dapat diakses secara online. Hal ini berimplikasi, artikel yang dipublikasikan secara online memiliki potensi lebih besar untuk mewarnai perkembangan iptek, karena temuan yang tertulis pada paper tersebut dapat diakses oleh siapa saja. Sebaliknya, sebuah ide yang cemerlang, apabila tidak dapat diakses dengan mudah, akan lebih sedikit mendapat perhatian dari komunitasnya. Sehingga kontribusinya terhadap dunia iptek mungkin kurang dapat dirasakan.

Hal ini yang melatarbelakangi, dewasa ini banyak peneliti yang memuat publikasinya di situs pribadi agar dapat dibaca oleh peneliti yang lain. Di samping situs pribadi, ada situs yang khusus menerima deposito artikel, misalnya http://citeseer.ist.psu.edu/ yang menerima tulisan di bidang komputer dalam format elektronik (pdf). Situs semacam ini bertujuan untuk meningkatkan diseminasi literatur iptek sehingga dapat membuat proses pencarian sumber ilmiah berlangsung lebih mudah dan efisien.

Hal ini yang kita harapkan akan dapat diwujudkan juga di Indonesia. Dengan membuat sumber ilmiah di Indonesia dapat diakses online, diharapkan berbagai penemuan yang dokumentasinya selama ini tersebar di berbagai publikasi Indonesia, dapat diintegrasikan ke dalam sebuah portal online yang dapat diakses siapa saja.

Hal ini sangat penting mengingat komunitas Indonesia di dunia maya cukup besar. Menurut penelitian Onno Purbo, porsi diskusi keilmuan di internet berada pada kisaran 19 persen dari keseluruhan posting di internet. Angka ini termasuk jumlah yang signifikan, dan menempati peringkat kedua setelah posting yang sifatnya silaturahmi (21,9 persen). Pornografi yang selama ini dikhawatirkan ternyata berada pada persentase yang lebih kecil, yaitu 12,9 persen. (E-5)

Skenario Membangun ISP Daerah

MASALAH mendasar yang dihadapi di daerah adalah keterbatasan infrastruktur, terutama akses internet yang memadai. Ada akses Telkomnet Instan di sekitar 240 kota namun tentu saja ini tidak layak untuk akses massal. Produk ini diposisikan bagi akses personal sehingga kapasitasnya sangat terbatas.

Sedangkan yang dibutuhkan warnet, pemda, dan lembaga pendidikan biasanya adalah akses massal yang memerlukan kapasitas besar. Kalaupun ada koneksi 24 jam dedicated di daerah, umumnya juga terbatas kapasitasnya. Sehingga sering kali tidak mencukupi kebutuhan serta mahal.

Kendala penetrasi internet daerah adalah infrastruktur. Telkomnet ada di semua kota namun tidak memadai untuk akses massal. Sifat layanannya on demand, non-dedicated, kapasitas terbatas, serta time based cost yang menyebabkan akses internet kurang ekonomis.

Fasilitas penting seperti IP Address publik untuk layanan in-house server tidak tersedia. Warnet, pemda, dan pendidikan memerlukan akses dedicated dengan fitur lengkap. Di luar Pulau Jawa, akses seperti ini menjadi mahal dan reliabilitasnya rendah.

Solusi yang Tersedia

Koneksi dedicated dari ISP lokal yang terbatas kapasitasnya (melalui Leased Channel, Frame Relay, maupun Wireless LAN), dapat dikombinasi dengan akses internet satu arah via satelit menggunakan teknologi DVB (Digital Video Broadcasting). Solusi ini mereduksi biaya akses internet di daerah dan meningkatkan kapasitas.

Solusi ini membutuhkan peralatan sepasang modem baseband (bekas) seharga Rp 6 juta, Router Cisco 2500 series (bekas) seharga Rp 4 juta, registrasi dan instalasi seharga Rp 2 juta. Biaya investasi mencapai Rp 12 juta. Pilihan lain adalah Wireless LAN point-to-point seharga 900 dollar AS, tower triangle setinggi 32 meter seharga Rp 10 juta. Total investasi mencapai sekitar Rp 18 juta.

Kombinasi ini menghasilkan efisiensi akses karena jalur internasional dan IIX (Indonesia Internet Exchange) dipisah. Bila hanya menggunakan sambungan ke ISP (Internet Service Provider) lokal, saluran itu digunakan untuk upstream/downstream IIX serta upstream/downstream internasional.

Dengan kombinasi downstream DVB, maka efisiensi sambungan ke IIX meningkat dengan alur upstream/downstream IIX, upstream ke internasional, dan downstream internasional sepenuhnya dari DVB.

Karakteristik utilisasi internet Indonesia untuk download dari internasional menunjukkan kalau kebutuhan kapasitas internasional selalu 4 kali lebih banyak dari IIX. Misalnya, downstream internasional DVB 512 kbps, membutuhkan upstream 128 kbps dari ISP lokal sekaligus IIX. Maksimalisasi IIX/lokal, misalnya untuk online games, sementara internasional tidak terganggu.

Sedangkan biaya investasi perangkat DVB One Way terdiri dari antena parabola mesh (Rp 2,5 juta), Low Noise Blocker (LNB) seharga Rp 250.000, komputer refurbish (Router DVB) seharga 2 juta, DVB Card PCI seharga 250 dollar AS. Dengan kapasitas 3 Mbps total investasi yang dibutuhkan bisa mencapai Rp 7 juta.

Solusi Daerah

Apabila tidak tersedia akses upstream dedicated dari ISP lokal, maka solusi satu-satunya adalah akses VSAT Two Way. Tentu saja biaya investasi cukup mahal. Solusi paling ekonomis adalah DVB RCS Linkstar. Investasi peralatan VSAT paling rendah mencapai 7.000 dollar AS. Biaya bulanannya 128 kbps upstream dan 512 kbps downstream adalah 1.920 dollar AS.

Namun perlu dicatat, akses DVB RCS ini adalah burstable atau sharing kapasitas dengan pengguna DVB RCS lainnya. Sehingga idealnya perhitungan kapasitas yang bisa diandalkan adalah sekitar 1/2 dari 128/512 kbps tersebut pada saat peak (puncak). Meskipun demikian, Linkstar DVB RCS tetap merupakan pilihan paling rasional untuk daerah yang tidak tersedia infrastruktur akses upstream dedicated sama sekali.

Pilihan lainnya menggunakan teknologi SCPC (Single Carrier Per Channel) DVB upstream/downstream. Harga perangkat lebih mahal (mencapai 20.000 dollar AS) dibanding DVB RCS. Belum lagi biaya bulanannya. Namun, kualitas koneksinya terbaik karena memang ditujukan untuk penggunaan lingkungan perusahaan.

Ada juga SCPC Two Way. Ciri dari penggunaan teknologi ini adalah SCPC upstream/downstream, kanal transponder satelit dedicated, tidak sharing dengan pengguna lain. Remote dan hub dihubungkan modem point-to-point. Perangkatnya mahal (mencapai 30.000 dollar AS) dan biaya bulanan premium. Kualitasnya terbaik, mampu menangani kapasitas asimetrik.

Asumsi Biaya

Keputusan Menteri Perhubungan No 5 Tahun 2005 membebaskan penggunaan frekuensi 2,4 GHz untuk digunakan sebagai infrastruktur internet last mile untuk kepentingan umum. Cakupan teknologi 2,4 GHz ini mencapai radius 4-6 km untuk satu BTS (Base Transmission System). Kebutuhan teknologi ini antara lain, satu Access Point seharga 750 dollar AS yang bisa melayani 16-32 buat outstation, satu Omnidirectional Antenna 15 dbi seharga 350 dollar AS, sebuah tower triangle 32 meter seharga Rp 10 juta. Total investasi bisa mencapai Rp 20 juta untuk penggunaan teknologi ini. Sedangkan untuk CPE (Client Premise Equipment) setiap titik outstation harganya bisa mencapai 500 dollar AS.

Sedangkan untuk keperluan investasi kantor dan Network Operation Center (NOC), rinciannya adalah sebagai berikut, PC Server seharga Rp 20 juta, KVM Switch, UPS Server/WLAN seharg Rp 5 juta, Manageable Switch 16/24 port seharg Rp 5 juta, Office Switch dan Workshop Switch seharga Rp 4 juta, stabilizer, grounding, dan surge protector (mencapai Rp 5 juta), Office Desktop dan Workshop seharga Rp 21 juta, Network, WLAN dan Working Tool Kit seharga Rp 5 juta, dua buah AC dan furnitur seharga Rp 10 juta. Total investasi Rp 75 juta.

Biaya produksi dan harga jual layanan kalau diasumsikan kapasitas 128 kbps upstream ke ISP lokal, sekitar Rp 12 juta per bulan. Asumsi kapasitas downstream DVB 512 kbps, sekitar 1.270 dollar AS (Rp 12 juta) per bulan. Biaya registrasi dan deposit untuk 512 kbps downstream, sekitar 900 dollar AS (satu kali). Total biaya akses sekitar Rp 24 juta per bulan.

Untuk biaya operasional dirinci sebagai Manajer (sekitar Rp 2 juta per bulan), Administrasi sekitar Rp 1 juta per bulan, Network Administrator sekitar Rp 1 juta per bulan, dua orang teknisi lapangan sekitar Rp 1,5 juta per bulan, 1 orang Marketing sekitar Rp 1 juta per bulan, listrik, ATK, telepon, dan lain-lain sekitar Rp 1,5 juta per bulan. Total operasional Rp 8 juta per bulan.

Maka total biaya produksi sebuah ISP di daerah adalah sekitar Rp 32 juta per bulan dengan kapasitas terpasang 128 kbps upstream dan 512 kbps downstream.

Proyeksi dari klien warnet, diasumsikan kapasitas 128/512 kbps bisa untuk 128 workstation, kualitas setara dial up (4 kbps). Dapat dibagi ke 8 warnet masing-masing dengan akses 64 kbps/16 unit atau 16 warnet masing-masing 32 kbps/8 unit. Tarif bulanan ISP Rp 3 juta (32 kbps) dan RP 5 juta (64 kbps). Proyeksi pendapatan, 8 warnet x Rp 5 juta = Rp 40 juta atau 16 warnet x Rp 3 juta = Rp 48 juta. Tingkat laba kotor (gross, sebelum pajak dan pengembalian investasi) sekitar Rp 8-16 juta.

Personal dan RT/RW Net

Para ISP melakukan rasio akses berdasar idle capacity antarpelanggan. Karakteristik personal adalah on demand, tidak bersamaan dan tidak kontinu. Sehingga bisa dilakukan sharing ratio, idle time/capacity bisa digunakan klien lain.

Idle capacity bisa mencapai 16-32/64-128 kbps. Dialokasikan untuk 8-16 personal. Dilayani menggunakan kabel Ethernet di sekitar lokasi BTS atau akses WLAN. Untuk short range menggunakan antena kaleng homemade, sehingga menekan biaya CPE hingga 200 dollar AS.

Tarif flat akses personal Rp 300.000. Potensi pendapatan 8 x Rp 300.000 = Rp 2,4 juta atau 16 x Rp 300.000 = Rp 4,8 juta. Pelanggan mendapat kualitas setara dial up 24 jam sehari 7 hari seminggu (24/7). Profil pelanggan adalah yang terbiasa dial up di atas 30 jam per bulan dan mampu membeli CPE.

Potensi sejenis personal adalah SOHO (Small Office Home Office). Karakteristik SOHO, peak pada jam kerja, sebaliknya personal peak setelah jam kerja. Potensi rasio time sharing antara SOHO dan personal memungkinkan tambahan pendapatan ISP.

ISP Pendidikan

Apabila penyelenggara ISP di daerah ini untuk kepentingan pendidikan/sekolah/kampus, maka asumsi penyelenggara akses tidak mengambil keuntungan, maka setiap sekolah akan menanggung iuran akses internet sebesar Rp 24 juta untuk 16 sekolah atau sama dengan Rp 1,5 juta per bulan.

Akses tersebut bisa dipergunakan untuk 16 sekolah sekaligus. Dengan asumsi penggunaan akses yang tidak excessive, maka tiap sekolah bisa menambah jumlah komputernya dari standar 8 unit PC menjadi 10-12 komputer. Tentu ada pengorbanan kualitas, namun tidak signifikan. Namun harus dilakukan pengaturan melalui proxy (cache engine) dan traffic limiter (QoS) di sisi penyelenggara (Network Operation Center) ISP pendidikan.

Untuk membantu biaya operasional dan maintenance, selain mendapatkan subsidi dari anggaran oleh lembaga pendidikan, jaringan ini bisa dikombinasikan dengan layanan komersial. Kapasitas yang ada juga didistribusikan untuk melayani warnet/SOHO/RT/RW Net di sekitar lokasi.

Kenyataan sangat sulit melakukan perhitungan ekonomi yang sustainable apabila suatu ISP beroperasi berbasis pasar dari dunia pendidikan saja. Tak dapat dihindari apabila ISP pendidikan juga harus punya orientasi komersial demi kelangsungan hidupnya sendiri. Hasil yang diperoleh bisa digunakan sebagai modal pengembangan, karena ISP pendidikan umumnya sulit mendapatkan komitmen investasi ulang.

Dengan mengurangi keuntungan kotor dan operasional maksimal Rp 32 juta per bulan, diperlukan sekitar 50 persen komposisi alokasi kapasitas untuk layanan komersial. Dengan rasio berorientasi kuantitas, dapat dipenuhi standar harga yang dikehendaki pasar pendidikan sekitar Rp 1,5 juta. Angka tersebut adalah maksimal, dalam arti tidak dapat lebih rendah lagi dan jumlah maksimum institusi yang dilayani adalah 16-32 institusi dengan penambahan BTS.

Kendala ISP Daerah

Masalah utamanya regulasi. Skenario di atas, melanggar banyak aturan pemerintah. Mulai ketentuan badan hukum penyelenggara jasa internet, legalitas landing right karena mengambil langsung bandwidth internasional, hingga masalah sertifikasi peralatan dan proses perizinan yang terpusat di Jakarta serta etika dan aturan main dalam lingkungan industri internet nasional sendiri.

Bagi ISP mini, pendidikan, RT/RW Net dan warnet di daerah menjalankan skenario ini. Mereka ujung tombak penetrasi dan literasi internet nasional. Perlu langkah deregulasi agresif untuk memutihkan praktik ini. Sangat penting karena internet adalah akselerator pertumbuhan ekonomi dan diseminasi pengetahuan kepada rakyat.

Sumber : http://www.oke.or.id

Pangkalpinang Education Cyber City

Dimuat dalam Majalah SDA-ASIA Edisi 21 Bulan Mei 2007

Penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) tidak selalu didominasi oleh kota-kota besar yang sudah memiliki sumber daya manusia dan infrastruktur fisik yang memadai. Kota Pangkalpinang telah membuktikan bahwa keterbatasan infrastruktur kota tidak menghalangi dinas pendidikan Pemerintah kota untuk menciptakan Pangkalpinang Education Cyber City (PECC) yang saat ini menjadi salah satu best practice bagi kota lain di Indonesia termasuk ibukota Jakarta.

Profil Kota Pangkalpinang

Propinsi Bangka Belitung (Babel) awalnya merupakan bagian dari Propinsi Sumatera Selatan. Pada tahun 2000, Propinsi Bangka Belitung (Babel) resmi berdiri sebagai propinsi ke 31 dengan Ibukota Propinsi adalah Kota Pangkalpinang. Ditinjau dari letak Propinsi Babel, propinsi ini memiliki lokasi stragetis sebagai comparative advantage wilayah yaitu di antara negara Singapura, Malaysia, dan Indonesia. <!–[if !vml]–><!–[endif]–>

Luas wilayah Kota Pangkalpinang adalah 89,40 Km2 atau sekitar 0,5% dari luas wilayah Kepulauan Bangka (16.424,14 Km2 ).
bangka-position.jpg

Kota Pangkapinang merupakan kota otonomi yang berada di garis 1060 4’ sampai 1060 7’ bujur Timur dan garis 20 4’ sampai dengan 20 10’ Lintang Selatan dengan luar daerah sekitar 89,40 Km2 (berdasarkan PP NO 12 Tahun 1984). Batasan geografis kota Pangkalpinang adalah sebagai berikut:

  1. Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Selindung Lama, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah.
  2. Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Dul, Kecamatan Pangkalan Baru, Kecamatan Bangka Tengah.
  3. Sebelah Timur berbatasan dengan Laut Cina Selatan.
  4. Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Air Duren, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka.

Sedangkan batasan antar kecamatan dapat dilihat melalui gambar di bawah ini:

bangka-kabupaten.jpg

<!–[if !vml]–>Secara geografis, Kota Pangkalpinang terletak ditengah Kepulauan Bangka dan sekaligus menjadi pusat perdagangan dan industri.

Pangkalpinang Education Cybercity ( PECC)

Kota Pangkalpinang sebagai Ibukota Propinsi Babel dalam satu tahun terakhir ini banyak mendapatkan perhatian dari kota-kota lain sehubungan dengan keberhasilan penerapan TIK bidang pendidikan. Terobasan yang dilakukan oleh Kota Pangkalpinang menjawab tantangan pemerintah dalam rangka menerapkan konsep cybercity di kota-kota Indonesia. Konsep ini direspon oleh pemerintah Kota Pangkalpinang dengan mengembangkan Pangkalpinang Education Cyber City (PECC). Dengan adanya Pangkalpinang Education Cyber City (PECC), beberapa sekolah, kantor diknas, dan beberapa kantor pemerintahan berada dalam jaringan ( Wide Area Network). Target Pangkalpinang Education Cyber City (PECC) adalah semua institusi pendidikan yang ada Kota Pangkalpinang berada dalam satu jaringan. Berdasarkan statistic jumlah sekolah dan siswa yang terdapat di Kota Pangkalpinang adalah sebagai berikut:

statistik-sekolah.jpg

Awal pengembangan Pangkalpinang Education Cyber City (PECC) tidak terlepas dari dukungan pemerintah kota Kota Pangkalpinang yang menyadari bahwa penting TIK dalam pembangunan kota. Pembangunan kota seyogyanya selaras dengan perkembangan sumber daya manusia dan teknologi. Untuk itu visi dari PECC adalah terdepan dalam pengembangan TIK menuju smartEdu. Sedangkan Misi yang ingin dicapai oleh PECC ini adalah

  1. Memasyarakatkan TIK dalam rangka mendorong terciptakan masyarakat berbasis pengetahuan dan teknologi.
  2. Menjadikan Pangkalpinang sebagai kota yang sarat pengembangan dan implementasi TIK di segala bidang untuk kepentingan masyarakat.
  3. Mendorong terciptanya suasana kerjasama dan kompetensi pengembangan TIK yang terbuka dan terpadu dari seluruh komunitas TIK Kota Pangkalpinang.

Langkah kongkret yang sudah terealisasi saat ini adalah dengan adanya jaringan yang menghubungkan 4 SMKN, 4 SMAN, 10 SMPN, 15 SDN, dinas pendidikan, 20 dinas pemerintah, dan 7 perkantoran. Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan program kerja dari Diknas Pangkalpinang.

Topologi skema PECC dapat dilihat dalam gambar dibawah ini:

pecc.jpg

<!–[if !vml]–><!–[endif]–>

Sumber: Diknas Kota Pangkalpinang

Fasilitas Hot Spot hampir dapat dirasakan oleh semua wilayah di dalam kota, walaupun penggunaannya masih terbatas. Dalam perencanaan lanjutan PECC akan dikembangkan untuk memberikan koneksi internet murah kepada semua masyarakat. Rencana pengembangan PECC selanjutnya tergambar dalam beberapa kategori yaitu:

<!–[if !supportLists]–>1. <!–[endif]–>Infrastruktur

<!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>Tersedianya Pangkalpinang Internet Exchange Education (PIXedu)

<!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>Hotspot Wireless PECC dan Broadband Internet Access.

<!–[if !supportLists]–>2. <!–[endif]–>E-Content

<!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>TV Education

<!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>E-Learning Basis Web

<!–[if !supportLists]–>c. <!–[endif]–>E-Book

<!–[if !supportLists]–>3. <!–[endif]–>TIK Training Center

<!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>Cisco Academy

<!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>KKPI (Ketrampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi)

<!–[if !supportLists]–>4. <!–[endif]–>Publication and Even

<!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>Situs Portal PECC

<!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>Seminar/Workshop TIK .

Dari sisi aplikasi dan content, Pangkalpinang Education Cyber City (PECC) sudah memiliki content school Mapping (http://schomap.dinpendikpkp.go.id) yang memberikan gambaran tentang pendidikan di Kota Pangkalpinang. Dalam school Mapping masyarakat dapat mengetahui profil sekolah, profil guru, jumlah siswa, dan informasi lain seputar pendidikan di Kota Pangkalpinang.

Dari pengamatan penulis, dampak positif dengan adanya Pangkalpinang Education Cyber City (PECC) ini adalah:

  1. Proses Pembelajaran TIK lebih efektif.

Anak SD,SMP,SMU, dan SMK akan bercerita banyak hal tentang internet dan TIK dengan orang tua dan komunitasnya. Efek dominonya adalah masyarakat akan terpacu untuk belajar tentang internet dan semua hal yang berhubungan dengan TIK . Mata pelajaran computer menjadi pelajaran yang wajib ada di setiap sekolah dan dapat diberikan sedini mungkin (level Sekolah Dasar). Antusias masyarakat dalam mempelajari TIK terlihat dari banyaknya murid yang mendaftar pada jurusan jaringan dan web design di SMKN ( d/h STM) di Pangkalpinang padahal baru dibuka tahun 2005.

  1. Munculnya kursus/institusi pelatihan computer.

Hukum ekonomi tentang supply dan demand akan terwujud jika ada permintaan pasti akan muncul penawaran. Kursus pelatihan komputer tumbuh subur di Kota Pangkalpinang dari kota sampai ke desa-desa. Dan secara otomatis membuka lapangan pekerjaan baru sekaligus mempersiapkan tenaga kerja yang trampil dan siap pakai dalam penggunaan computer, minimal mampu mengoperasikan aplikasi perkantoran.

  1. Paperless. Efisiensi dalam penggunaan kertas terutama dalam hal urusan administrasi dan surat menyurat seperti pengiriman surat dapat digantikan dengan electronic mail (email), lebih murah, cepat, efektif dan tersedia 24 jam. Dengan adanya efisiensi ini pelayanan kepada masyarakat akan lebih cepat dan terpadu (integrated)
  2. Dari sisi pengembangan kota, dengan lahirnya PECC ini pemerintah kota Pangkalpinang sudah menempatkan faktor TIK sebagai komponen yang penting dalam pembangunan kota. Ini berarti, kota Pangkalpinang dapat menciptakan competitive advantage kota sehingga dapat menarik investor untuk menanamkan modalnya di kota Pangkalpinang.

Memang masih banyak tantangan yang harus dihadapi sehubungan dengan implementasi Pangkalpinang Education Cyber City (PECC), terutama dalam hal teknis seperti server (local hosting) yang sering down karena adanya pemadaman listrik, pemeliharaan konten, dan technical support di setiap sekolah.