Tugas 1 Pak Jawoto (Teori Lokasi dan Pola Ruang)

Beberapa faktor atau ketentuan yang harus dipertimbangkan dalam menentukan lokasi sekolah hingga dapat tercapai keoptimalan, baik dari sisi penyedia (pemerintah, khususnya) dan dari sisi permintaan (masyarakat) berdasarkan Permendiknas No. 24 Tahun 2007 tentang “Standar Sarana dan Prasarana Untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA)”, berhubungan permasalahan yang akan dibahas tentang sekolah dasar, maka data yang penulis ambil adalah data sarana prasana untuk sekolah dasar/madrasah (SD/MI) saja, berikut data-datanya :

A. SATUAN PENDIDIKAN

1. Satu sekolah dasar/madrasah (SD/MI) memiliki sarana dan prasarana yang dapat melayani minimum 6 rombongan belajar dan maksimum 24 rombongan belajar.

2. Satu sekolah dasar/madrasah (SD/MI) dengan enam rombongan belajar disediakan untuk 2000 penduduk, atau satu desa/kelurahan.

3. Pada wilayah berpenduduk lebih dari 2000 jiwa dapat dilakukan penambahan sarana prasarana untuk melayani tambahan rombongan belajar di SD/MI yang telah ada, atau disediakan sekolah dasar/madrasah (SD/MI) baru.

4. Pada satu kelompok pemukiman permanen dan terpencil dengan banyak penduduk lebih dari 1000 jiwa terdapat satu sekolah dasar/madrasah (SD/MI) dalam jarak tempuh bagi peserta pejalan kaki maksimum 3 kilometer melalui lintasan yang tidak membahayakan.

B. LAHAN

1. Untuk sekolah dasar/madrasah (SD/MI) yang memiliki 15 sampai dengan 28 peserta didik per rombongan belajar, lahan memenuhi ketentuan rasio minimum luas lahan terhadap peserta didik seperti tercantum pada tabel dibawah :

No Banyak rombongan belajar Rasio minimum luas lahan terhadap peserta didik(m2/peserta didik)
Bangunan satu lantai Bangunan dua lantai Bangunan tiga lantai
1 6 12,7 7,0 4,9
2 7-12 11,1 6,0 4,2
3 13-18 10,6 5,6 4,1
4 19-24 10,3 5,5 4,1

2. Untuk SD/MI yang memiliki kurang dari 15 peserta didik per rombongan belajar, lahan memenuhi ketentuan luas minimum seperti tercantum pada tabel dibawah ini :

No Banyak rombongan belajar Luas  minimum lahan (m2)
Bangunan satu lantai Bangunan dua lantai Bangunan tiga lantai
1 6 1340 770 710
2 7-12 2240 1220 850
3 13-18 3170 1690 1160
4 19-24 4070 2190 1460

3. Luas lahan yang dimaksud pada angka 1 dan 2 diatas adalah luas lahan yang dapat digunakan secara efektif untuk membangun prasarana sekolah/madrasah berupa bangunan dan tempat bermain/berolahraga.4. Lahan terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa, serta memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat.5. Kemiringan lahan rata-rata kurang dari 15 persen tidak berada di dalam garis sempadan sungai dan jalur kereta api.6. Lahan terhindar dari gangguan-gangguan berikut.a. Pencemaran air, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air.b. Kebisingan, sesuai dengan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 94/MEN KLH/1992 tentang Baku Mutu Kebisingan.c. Pencemaran Udara, sesuai dengan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 02/MEN KLH/1998 tentang Pedoman Penetapan Baku Mutu Lingkungan.7. Lahan sesuai dengan peruntukan lokasi yang diatur dalam Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota atau rencana lain yang lebih rinci dan mengikat, dan mendapat izin pemanfaatan tanah dari Pemerintah Daerah setempat.8. Lahan memiliki status hak atas tanah, dan/atau memiliki izin pemanfaatan dari pemegang hak atas tanah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk jangka waktu minimum 20 tahun. Berdasarkan Permendiknas No. 24 Tahun 2007 tentang “Standar Sarana dan Prasarana Untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA)” dalam hal ini penjelasan tentang point standar sarana prasarana untuk tingkat sekolah dasar/madrasah (SD/MI) sudah sangat jelas, ketentuan-ketentuan apa saja yang harus dipenuhi untuk menciptakan sebuah sekolah menjadi mudah terjangkau, dan hasilnya optimal baik bagi penyedia maupun masyarakat.

PUSTAKA ACUAN

Departemen Pendidikan Nasional. 2007.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor        24 Tahun 2007 tentang “Standar Sarana dan Prasarana Untuk Sekolah      Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah           Tsanawiyah (SMP/MTs), dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah          (SMA/MA)”

Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam Menentukan Lokasi Sekolah

Tugas Mata Kuliah : Teori Lokasi Dan Pola Ruang

Dosen : Jawoto Sih Setyono

Oleh :INDRA JAYA

PROGRAM PASCASARJANA MAGISTER PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA

UNIVERSITAS DIPONEGORO

TAHUN 2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: