Tugas 1 Pak Jawoto (Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Kota)

1. Pendahuluan

Otonomi daerah yang digulirkan setelah terjadinya tuntutan reformasi tahun 1998 telah membawa perubahan yang sangat mendasar dalam sistem pemerintahan negara Indonesia, yaitu dari sistem pemerintahan yang bersifat sentralistik menjadi desentralistik, sebelum era reformasi, sistem pemerintahan yang terjadi adalah sistem pemerintahan bersifat sentralistik dimana arah kebijakan dan wewenang yang dilakukan berasal dari pemerintah pusat, sementara pemerintah daerah hanya tinggal menjalankan kebijakan tersebut, adannya otonomi daerah telah memberi kesempatan kepada daerah untuk mengembangkan dan mengatur rumah tangga daerahnya masing-masing sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, peran pemerintah pusat dalam hal ini hanya bersifat koordinasi saja.Walaupun tidak semua kebijakan dan wewenang dalam era otonomi daerah, diberikan oleh pemerintah pusat ke pemerintah daerah, tapi adannya otonomi daerah telah memberikan kesempatan dan keleluasaan kepada daerah untuk meningkatkan dan mengelola keunggulan-keunggulan yang dimiliki suatu daerah. Pemerintah daerah juga bisa lebih leluasa dalam mengelola anggaran dan membuat kebijakan tanpa harus diatur dan di intervensi terus menerus oleh pemerintah pusat.Salah satu kebijakan otonomi yang diberikan oleh pemerintah pusat ke pemerintah daerah adalah dalam bidang pendidikan, peran pemerintah pusat dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional hanya memberikan standar-standar aturan minimal yang harus dipenuhi harus dipenuhi oleh satuan pendidikan di tingkat daerah. Standar minimal antara lain berupa standar sarana prasarana pendidikan, standar kompetensi lulusan, standar isi, standar evaluasi dan lain-lain. Pengembangan lebih jauh terhadap standar-standar tersebut diserahkan kepada daerah masing-masing.Kesempatan dan wewenang ini oleh beberapa daerah dalam hal ini dinas pendidikan propinsi maupun kabupaten/kota berlomba-lomba untuk menggali dan mengembangkan potensi lokal daerah masing-masing dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan yang akan berdampak bagi daerah tersebut khususnya dan bagi bangsa dan negara umumnya.Adannya sumber daya manusia lokal (SDM lokal) menjadi modal penting dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan yang berbasis keunggulan lokal, karena diharapkan SDM lokal ini mengetahui dan faham terhadap kondisi, potensi serta nilai-nilai budaya daerahnya sendiri, hingga diharapkan daerah tersebut dapat dan mampu bersaing secara global, tidak hanya di Indonesia saja.

2. Permasalahan

Apakah peran dan kebijakan yang dapat dilakukan oleh pemerintah daerah, masyarakat, dan swasta dalam mengintegrasikan bidang pendidikan dengan pengembangan wilayah, dengan menciptakan SDM lokal yang mampu mengembangkan potensi daerahnya sehingga mampu bersaing secara global.

3. Pembahasan

Pengembangan pendidikan disuatu daerah tidak dapat dilepaskan dari konteks pengembangan wilayah secara luas, karena pengembangan pendidikan diharapkan dapat mengembangkan wilayahnya dan sebagai upaya pemerataan pertumbuhan pembangunan wilayah tersebut. Pembangunan pendidikan disuatu wilayah pada dasarnya bertujuan membangun dan mengembangkan sumberdaya-sumberdaya lokal yang diharapkan dapat memberi kontribusi bagi pembangunan wilayah tesebut. Misi pendidikan sebagaimana tertuang dalam Rencana strategis program pendidikan nasional, meliputi: 1) peningkatan mutu dan kualitas pendidikan, 2) peningkatan akses pendidikan, kompetensi dan daya saing bangsa serta 3) peningkatan manajemen dan pelayanan pendidikan yang transparan, akuntabel dan good governance. Dalam rangka mensukseskan rencana strategis tersebut dibutuhkan dukungan semua pihak, baik pemerintah, pemerintah daerah, swasta dan masyarakat, agar harapan untuk menjadikan bangsa Indonesia menjadi Insan Indonesia Cerdas, Komprehensif, dan Kompetitif yang Berkeadilan, Bermutu, dan Relevan dengan Kebutuhan Masyarakat Lokal dan Global dapat terwujud. Tertuang jelas diatas betapa agung dan mulianya misi pendidikan yang diusung pemerintah pusat, tinggal bagaimana pemerintah daerah dapat merespon kebijakan-kebijakan yang dicanangkan oleh pemerintah pusat tersebut, agar cita-cita besar bangsa dapat terwujud, di beberapa daerah, peran dan partisipasi pemerintah daerah dapat dilihat salah satunya dengan cara meningkatkan kemampuan manusia lokal yang di integrasikan dengan keunggulan-keunggulan lokal, seperti hasil bumi, tradisi, kreasi dan seni, pelayanan jasa, dan lain-lain yang menjadi keunggulan daerah.Kurikulum pendidikan berbasis keunggulan lokal, dapat dijadikan solusi dalam pemenuhan, peningkatan serta pengembangan manusia-manusia lokal, karena dengan kurikulum pendidikan berbasis keunggulan lokal tersebut maka masing-masing daerah dapat menampilkan ciri khas dari daerahnya masing-masing, yang tentu saja akan menambah daya saing bagi daerah tersebut baik secara lokal maupun global.Peran swasta di daerah dalam pengembangan pendidikan berbasis keunggulan manusia lokal dalam hal ini dapat diwujudkan dalam bentuk mendayagunakan tenaga-tenaga lokal tersebut dalam usaha yang mereka geluti, dengan mengoptimalkan kemampuan manusia lokal yang ada, hingga tidak perlu tergantung dengan tenaga-tenaga atau sumber daya dari luar, dengan demikian diharapkan kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut dapat meningkat, karena mereka bisa hidup dan berkarya  dirumah mereka sendiri, ini secara otomatis akan membantu pemerintah dalam mengurangi jumlah pengangguran di daerah tersebut dan terjadilah pemerataan pembangunan terhadap wilayah secara keseluruhan.Pengembangan dan pemberdayaan masyarakat akhir-akhir ini menjadi isu yang cukup relevan untuk diperbincangkan seiring dengan menguatnya kesadaran masyarakat untuk mengambil peran serta secara lebih emansipatif dalam proses pembangunan. Sejalan dengan semangat paradigma pembangunan di era otonomi yang mengakui kesetaraan proporsi sektor masyarakat dengan sektor negara dan swasta sebagai stakeholders pembangunan, maka aksi-aksi pengembangan dan pemberdayaan masyarakat menjadi signifikant dilakukan. Hal ini didasari keyakinan, jika masyarakat menunjukkan tingkat emansipasi yang tinggi dalam segala kegiatan pembangunan, maka secara tidak langsung mereka telah memperkuat kemampuan bangsanya sendiri dalam menghadapi dinamika perubahan pada lingkup regional maupun global, dalam kaitan dengan pengembangan pendidikan maka masyarakat harus dilibatkan sebagai upaya dari suatu bangsa dalam rangka memperbaiki kualitas pembangunan dan peningkatan pendidikan di daerah masing-masing khususnya dan negara secara luas.

4. Tujuan

Tujuan penyelenggaraan pendidikan berbasis keunggulan lokal adalah menciptakan SDM lokal yang mampu memahami keunggulan lokal daerah dimana dia berada, memahami berbagai aspek yang berhubungan dengan keunggulan lokal daerah tersebut, selanjutnya mampu mengolah sumber daya, terlibat dalam pelayanan / jasa atau kegiatan lain yang berkaitan dengan keunggulan lokal sehingga memperoleh pendapatan dan melestarikan budaya/tradisi/sumber daya yang menjadi keungulan daerah  serta  mampu bersaing secara global.SDM lokal yang tercipta melalui proses pendidikan berbasis keunggulan lokal diharapkan dapat lebih memberdayakan potensi daerahnya sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekitarnya dan bagi daerah dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah yang bersangkutan.

5. Kelemahan Pemerintah dalam pengembangan SDM Lokal

Jika diamati selama ini ada beberapa kelemahan dan kegagalan pemerintah dalam upaya pengembangan SDM Lokal, beberapa diantaranya adalah :a. Kurikulum yang dibuat selama ini bersifat umum, belum memperhatikan potensi atau keunggulan yang ada didaerah masing-masing.b. SDM yang dapat mengajarkan kurikulum berbasis keunggulan lokal, masih sangat terbatas, hal ini disebabkan masih sedikitnya minat masyarakat untuk melanjutkan ke universitas yang mengajarkan pendidikan berbasis keunggulan lokal.c. Masih kurangnya dukungan sarana prasarana seperti fasiltas praktikum dan fasilitas-fasilitas pendukung lainnya.d. Belum mampu memberdayakan masyarakat, dunia usaha atau swasta untuk turut serta berkontibusi dan berpartisipasi dalam memberikan masukkan terhadap perencanaan pengembagan pendidikan, khususnya pendidikan berbasis keunggulan lokal.

6. Rekomendasi

Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar ke-empat di dunia, kiranya perlu diambil langkah-langkah yang tepat supaya negara ini mampu bersaing secara global dimana salah satunya adalah dengan penciptaan SDM lokal yang berpikir global melalui perbaikan mendasar mulai dari perspektif pendidikan. Karena melalui pendidikan yang benar, baik dan terarah, mampu mengangkat potensi lokal dalam pengembangan kurikulum diharapkan lahirnya SDM lokal yang kompetitif memajukan daerah dan mampu menggali potensi daerah untuk bersaing secara global. Berikut ini rekomendasi yang dapat diberikan yaitu:a. Memasukkan kurikulum berbasis keunggulan lokal disemua jenjang pendidikan, baik SD, SMP/MTs, SMA/SMK/MA.b. Memperbanyak SDM yang dapat dan mampu mengajarkan kompetensi berbasis keunggulan lokal, dengan membuka jurusan-jurusan atau program studi di perguruan tinggi yang khusus mengajarkan kompetensi berbasis keunggulan lokal.c. Mendorong peran serta masyarakat dan swasta dalam memajukan keunggulan lokal, dengan cara melibatkan mereka dalam perencanaan pendidikan berbasis keunggulan lokal.d. Meningkatkan sarana prasarana pendidikan khususnya prasara pendidikan yang mampu mendukung peningkatan kualitas keunggulan lokal.

DAFTAR REFERENSI

Zubaedi. 2007. Wacana Pembangunan Alternatif : Ragam Perspektif Pengembangan            dan Pemberdayaan Masyarakat. Jogjakarta, Penerbit Arruzzmedia.

Drost, J . 2006. Dari KBK(Kurikulum Berbasis Kompetensi sampai MBS (Manjemen Berbasis Kompentensi). Jakarta, Penerbit Buku Kompas.

Nugroho, SBM. 2003. Menyibak Wajah Otonomi Daerah . Semarang, Penerbit Magister         Manajemen Undip.

Renstra Departemen Pendidikan Nasional tahun 2004-2009

Take Home Test

Strategi Pengembangan SDM Lokal Melalui Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal

Sebagai Modal Pembangunan Daerah

Mata Kuliah : Perencanaan Membangunan Wilayah dan Kota

Dosen Pengampu: Jawoto Sih Setyono

Oleh :INDRA JAYA

PROGRAM PASCASARJANA

MAGISTER PEMBANGUNAN WILAYAH DAN KOTA

UNIVERSITAS DIPONEGORO

TAHUN 2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: