Tugas 1 Pak Fajar (Permasalahan Pembangunan Wilayah dan Kota)

REVIEW ARTIKEL DAN PROPOSAL TESIS(Take Home Test)

Memenuhi Tugas Mata Kuliah Permasalahan Pembangunan Wilayah dan Kota

Dosen Pengampu: Ir.Fajar Hari M,M.T.,MDP

Oleh: INDRA JAYA

L4D007100

PROGRAM PASCASARJANA MAGISTER TEKNIK PEMBANGUNAN WILAYAH DAN KOTA

UNIVERSITAS DIPONEGORO

SEMARANG 2008

PROPOSAL TESIS

Keefektifan Model Pengembangan ICT Pendidikan dalam Memfasilitasi Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah (Studi Kasus ICT Pendidikan Kota Pangkalpinang)

Latar Belakang

Inovasi di dalam teknologi telekomunikasi berkembang dengan cepat dan selaras dengan perkembangan karakteristik masyarakat modern yang memiliki mobilitas tinggi, mencari layanan yang fleksibel, serba mudah dan memuaskan dan mengejar efisiensi di segala aspek.Pesatnya kemajuan teknologi dan komunikasi serta meluasnya perkembangan infrastruktur informasi global telah mengubah pola dan cara kegiatan bisnis, industri, perdagangan dan pemerintahan. Perkembangan perekonomian berbasis ilmu pengetahuan dan informasi telah menjadi paradikma yang dominan. Kemampuan untuk terlibat secara efektif dalam jaringan informasi dan menentukan masa depan kesejahteraan bangsa. TI juga memberi dukungan bagi pimpinan untuk melakukan kontrol terhadap manajemen perusahaan serta masih banyak bidang lain yang terbantu dengan diterapkannya TI termasuk dalam bidang pendidikan. Salah satu unsur TI yang mempunyai pengaruh besar atas ilmu adalah internet dan aplikasinya. Dengan hanya berpandukan mesin pencari di internet, bermacam-macam informasi dari seluruh dunia dapat diakses dengan cepat tanpa harus beranjak dari tempat kita berada. Dibanding dengan buku dan perpustakaan, internet melambangkan penyebaran (decentralization) informasi dan data secara ekstrim. Dalam hal pemanfaatan internet sebagai sarana belajar, secara kuantitas, Indonesia sangat jauh tertinggal dari negara-negara lain bahkan di kawasan Asia Tenggara. Internet selama ini baru merambah pendidikan di kota-kota besar dan pada umumnya baru dikenal setelah masuk ke perguruan tinggi. Akses internet yang mulai hadir di daerah pun belum dapat menjadi alternatif referensi yang tak terbatas bagi guru maupun pelajar karena biaya akses yang ditawarkan masih cukup tinggi.Sebagai sumber informasi yang tidak terbatas, internet, sejak berkembangnya telah mendorong percepatan yang luar biasa dalam dunia pendidikan. Namun, faktor tidak meratanya akses internet yang mudah dan murah itu menjadikan kita tidak mampu mengejar ketertinggalan dengan saling berbagi ilmu melalui media maya tersebutSadar akan pentingnya TI dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional, sejak tahun 2006 pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional mulai tergerak untuk turun tangan mewujudkan pendidikan berbasis TI secara merata melalui program ICT (Information and Communication Technology) pendidikan. Dalam program ini, pemerintah menyuplai akses internet secara gratis ke sekolah-sekolah di penjuru nusantara. ICT dapat digunakan untuk menghubungkan guru dan siswa, serta melakukan pembelajaran efektif di sekolah. Dengan program ini diharapkan dunia pendidikan Indonesia mampu menghasilkan lulusan yang siap bersaing di era globalisasi.Berdasarkan pengamatan, penulis mengistilahkan model pengembangan ICT sebagai model hirarki-terdesentralisasi. Model ini memberdayakan fungsi unit-unit pendidikan pada tiap daerah. Sesuai struktur organisasi, pusat pengelolaan ICT berada di Departemen Pendidikan Nasional. Selanjutnya pengelolaan ICT didelegasikan kepada dinas-dinas pendidikan di kotamadya/ kabupaten dan sekolah-sekolah yang dinaunginya seperti yang tampak pada bagan di bawah ini.

ICT Pusat

ICT Propinsi
ICT Kotamadya
ICT Kabupaten
ICT Propinsi
ICT Kotamadya
ICT Kabupaten
ICT Propinsi
ICT Kotamadya
ICT Kabupaten
Sekolah Backbone
Sekolah Client
Sekolah Client
Sekolah Backbone
Sekolah Client
Sekolah Client
Sekolah Backbone
Sekolah Client
Sekolah Client
Sekolah Backbone
Sekolah Client
Sekolah Client


Gambar 1 Model Pengembangan ICT Pendidikan

Secara konseptual, jika semua syarat untuk model di atas terpenuhi baik dari segi infrastruktur maupun sumber daya manusia yang kompeten maka akan terbentuk Jardiknas (Jaringan Pendidikan Nasional) dengan daya dukung optimal bagi penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. Di samping itu, pengelolaan yang terdesentralisasi merupakan wahana latihan dan belajar yang efektif bagi sumber daya manusia di daerah-daerah. Sedangkan sistem hirarki akan memudahkan controlling dan memfungsikan peran pemerintah sebagai pihak yang bertanggung jawab menyelenggarakan pendidikan.Setiap model pengembangan memiliki kelemahan dan kelebihan. Kelemahan tersebut layak ditoleransi jika hasil yang diperoleh sebanding sumber daya (finansial, effort dan waktu) yang dihabiskan. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi terhadap model yang diterapkan sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam membuat perencanaan yang lebih efektif dan efisien.Dalam tesis ini, penulis bermaksud mengevaluasi seberapa efektif model pengembangan ICT yang diterapkan saat ini untuk mewujudkan Sistem Pendidikan Berbasis TI. Variabel yang dilibatkan dalam evaluasi ini meliputi berbagai faktor, antara lain :a. Ketersediaan infrastruktur b. Sumber daya manusia yang kompetenc. Biaya yang dikeluarkand. Effort yang harus dilakukane. Tingkat pemanfaatan ICT dalam KBMf. Peningkatan KBM yang dicapaiDengan terukurnya efektivitas model pengembangan ICT pendidikan ini diharapkan dapat memberi kontribusi untuk meningkatkan performansi perencanaan pendidikan di Indonesia.

Perumusan Masalah

1. Apa saja faktor yang menjadi pendukung dan penghambat penerapan program ICT pendidikan ?

2. Apakah model yang diterapkan memiliki peluang terjadinya hal-hal yang menyimpang dari tujuan program ICT pendidikan?

3. Peningkatan apa saja yang telah dicapai dengan model pengembangan ICT pendidikan saat ini ?

4. Seberapa efektif model yang diterapkan dapat mencapai sasaran program ICT pendidikan yaitu tersedianya fasilitas TI yang merata untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di seluruh pelosok nusantara sesuai dengan biaya dan waktu yang ditargetkan?

Tujuan

1. Mengetahui faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat penerapan program ICT pendidikan

2. Mengukur efektivitas model pengembangan ICT pendidikan dalam memfasilitasi kegiatan  belajar mengajar di sekolah.

Metode Penelitian

Untuk menganalisa Keefektifan Model Pengembangan ICT Pendidikan dalam Memfasilitasi Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah (Studi Kasus ICT Pendidikan Kota Pangkalpinang) digunakan analisa Deskriptif kualitatif berdasarkan hasil penelitian di lapangan.

Relevansi Riset Dengan Pengalaman Kerja

Dewasa ini sektor pendidikan merupakan sektor yang sedang digalakkan dan dipacu untuk pengembangannya. Dengan kemajuan teknologi terutama dalam bidang telekomunikasi yaitu dengan adanya ICT maka program ini juga pas bila diterapkan di setiap sekolah dalam upaya pengembangan kualitas sumber daya manusia. Selama ini yang terjadi di dunia pendidikan adalah rendahnya kualitas sumberdaya pendidikan termasuk belum adanya inovasi teknologi pendidikan yang diterapkan bagi peserta didik maupun tenaga pendidik serta tenaga kependidikan. Hadirnya ICT diharapkan akan mampu mengangkat kualitas sumberdaya manusia ke arah yang lebih baik sehingga masyarakat pendidikan mempunyai mengadopsi teknologi untuk meningkatkan kualitas diri yang pada akhirnya mampu menyumbangkan tenaga dan pikirannya bagi masyarakat lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

1. Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

2. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

3. Peraturan Meteri Pendikan Nasional Nomor 23 Tahun 2007 tentang Standar Pelayanan Minimal Sarana dan Prasarana Sekolah.

4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

5. Marsudi Djojodipuro (1992). Teori Lokasi, UI Press

6. Husaini Usman (2006). Manajemen: teori, Praktik dan Riset Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara

7. Bangka dalam Angka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: