Tugas 1 Pak Eko (Permasalahan Pembangunan Wilayah dan Kota)

I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Dalam pembukaan UUD 1945 dinyatakan bahwa salah satu tujuan pemerintah Republik Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan untuk itu setiap warga negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya tanpa memandang status sosial, ras, etnis, agama dan gender. Pemerataan akses dan mutu pendidikan akan membuat warga negara Indonesia memiliki ketrampilan hidup (life skill) yang layak. Sehingga memiliki kemampuan untuk mengenal dan mengatasi masalah diri dan lingkungannya, mendorong tegaknya masyarakat madani dan modern yang dijiwai nilai-nilai Pancasila. Pesatnya kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), atau disebut pula telematika, serta meluasnya perkembangan infrastruktur informasi global telah mengubah pola dan cara kegiatan bisnis, industri, perdagangan, dan pemerintah. Perkembangan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan dan informasi telah menjadi paradigma global yang dominan. Kemampuan untuk terlibat secara efektif dalam revolusi jaringan informasi akan menentukan masa depan kesejahteraan bangsa.Kondisi saat ini daya saing bangsa Indonesia sangat lemah, hal ini dapat kita lihat dari posisi di WEF (World Economic Forum) tahun 2003 Indonesia menduduki peringkat ke 72 dari 103 negara  dibawah Singapura (peringkat 12), Malaysia (peringkat 29), Thailand (peringkat 39), dan Filiphina (peringkat 56). Dari segi daya saing ekonomi tahun 2003, Amerika memegang peringkat 1, Finlandia peringkat ke 2, Singapura peringkat ke 12, Belanda peringkat 18 dan Luksemburg peringkat 42, mereka ini merupakan negara dengan pendapatan perkapita tertinggi. Disini jelas bahwa ada suatu korelasi positif antara penguasaan tehnologi dengan tingkat daya saing dan tingkat kesejahteraan masyakatnya. (http://www.dinpendikpkp.go.id).Agar tidak semakin tertinggal terhadap negara-negara maju, mulai tahun 2006, Departemen Pendidikan Nasional membangun sistem jaringan pendidikan skala nasional (disebut: JARDIKNAS) yang menghubungkan seluruh kantor Dinas Pendidikan baik di tingkat propinsi maupun Kabupaten/Kota se-Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia telah mulai mendayagunakan potensi TIK untuk menunjang pendidikan. Dengan jaringan pendidikan skala nasional ini diharapkan proses pengelolaan data dan informasi pendidikan dapat dilaksanakan lebih mudah, cepat, terintegrasi dan transparan sesuai dengan rencana strategis pendidikan nasional 2005 – 2009. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) tidak selalu didominasi oleh kota-kota besar yang sudah memiliki sumber daya manusia dan infrastruktur fisik yang memadai. Kota Pangkalpinang telah membuktikan bahwa keterbatasan infrastruktur dan sumber daya manusia tidak menghalangi dinas pendidikan kota pangkalpinang untuk menciptakan Pangkalpinang Education Cyber City (PECC) yang saat ini menjadi salah satu best practice bagi kota lain di Indonesia termasuk ibukota Jakarta.

1.2. Profil Kota Pangkalpinang

Propinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) awalnya merupakan bagian dari Propinsi Sumatera Selatan. Pada tahun 2000, Propinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) resmi berdiri sebagai propinsi Ke-31 dengan Ibukota Propinsi adalah Kota Pangkalpinang. Ditinjau dari letak Propinsi Kep. Babel, propinsi ini memiliki lokasi stragetis sebagai comparative advantage wilayah yaitu di antara negara Singapura, Malaysia, dan Indonesia. Kota Pangkalpinang merupakan salah satu daerah otonomi yang letaknya di Pulau Bangka. Daerah ini berada pada garis 106°4’ sampai dengan 106°7’ Bujur Timur dan garis 2°4’ sampai dengan 2°10’ Lintang Selatan dengan luas daerah seluruhnya 89,40 Km2 (Berdasarkan PP No. 12 Tahun 1984). Daerah ini terletak pada bagian timur Pulau Bangka dengan batas-batas sebagai berikut : Di sebelah Utara berbatasan dengan Desa Selindung Lama Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah. Di sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Dul, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah. Di sebelah Barat berbatasan dengan Desa Air Duren, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka.Kota Pangkalpinang merupakan daerah yang strategis ditinjau dari sudut geografisnya, dalam kaitannya dengan pembangunan nasional dan pembangunan daerah di propinsi baru. Hal ini dikarenakan Kota Pangkalpinang sebagai ibukota propinsi mempunyai fungsi sebagai pusat pengembangan pembangunan di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung yang meliputi:1. Pusat pemerintahan dan pemukiman penduduk2. Pusat perdagangan dan industri3. Pusat pelayanan sosial (pendidikan dan kesehatan) serta distribusi barang dan jasa4. Pusat administrasi penambangan timah5. Pusat lembaga keuanganSebagai pusat pengembangan wilayah Bangka Belitung dalam perkembangannya selama beberapa tahapan pembangunan, Kota Pangkalpinang telah mengalami beberapa kemajuan yang cukup pesat sehingga untuk mengatasi kebutuhan akan tanah perkotaan, wilayah seluas 31,70 Km2 telah berkembang menjadi 5 (lima) kecamatan seiring dengan otonomi daerah, sehingga secara keseluruhan bagian dari wilayah Kota Pangkalpinang terdiri dari 35 kelurahan. Jumlah penduduk Kota Pangkalpinang tahun 2006 berdasarkan data BPS Kota Pangkalpinang adalah sebanyak 150.668 jiwa. Luas Wilayah Kota Pangkalpinang yang relatif kecil yaitu 89,40 Km2 mengalami laju pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi dari tahun 2000 sampai 2006. Hal ini menyebabkan tingkat kepadatan penduduk di Kota Pangkalpinang berada pada peringkat tertinggi dibandingkan daerah-daerah otonomi lainnya di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dari seluruh kecamatan, kepadatan tertinggi terdapat di Kecamatan Tamansari, sedangkan yang terendah adalah Kecamatan Gerunggang. (Pangkalpinang dalam Angka tahun 2006)

II. PANGKALPINANG EDUCATION CYBER CITY ( PECC)

2.1. Visi dan Misi Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang Visi dan Misi

1. Visi”Unggul Dalam Prestasi Pendidikan Bernuansa IMTAQ di Kawasan Sumatera Bagian Selatan Tahun 2008”.

2. Misi“Mewujudkan masyarakat yang berkualitas, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, melalui pemerataan dan perluasan kesempatan belajar, peningkatan kualitas tenaga kependidikan dan peningkatan pengamalan ajaran agama di lembaga pendidikan sehingga tercipta masyarakat yang cerdas, menguasai iptek, beriman, bertaqwa, berkepribadian, berdaya saing tinggi dalam era globalisasi”.

2.2. Tujuan dan Sasaran

1.   Tujuan

* Tuntasnya prosentase angka buta huruf dan drop out/putus sekolah disetiap jenjang pendidikan dengan memberikan beasiswa.

* Meningkatkan kualifikasi, kompetensi/kemampuan akademis dan profesional guru dan tenaga kependidikan lainnya.

* Melaksanakan kurikulum dan sistem penilaian berbasis kompetensi KSPBK.

* Tuntasnya pelaksanaan wajib belajar Pendidikan Dasar 9 tahun.

* Peningkatan pendidikan menengah, kejuruan dan pendidikan luar sekolah.

* Meningkatkan kesejahteraan tenaga kependidikan.

* Meningkatkan wawasan keunggulan dan penguasaan, pengembangan serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

*Meningkatkan kemampuan peserta didik/warga belajar dalam memiliki life skill dan penguasaan IPTEK di semua jenjang pendidikan serta mengembangkan keragaman program keahlian di sekolah menengah kejuruan (SMK).

* Optimalisasi manajemen pendidikan berbasis sekolah dan masyarakat dengan memberdayakan dan meningkatkan peran serta masyarakat melalui Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah.

* Mengurangi tingkat kerawanan peserta didik dari pengaruh negatif arus globalisasi.

* Optimalisasi pelaksanaan Manajemen Pendidikan Berbasis Sekolah, pendidikan berbasis Masyarakat dan Reformasi sekolah untuk mewujudkan sekolah efektif.

* Meningkatkan fungsi dan peranan Badan Akreditasi Sekolah.

* Meningkatkan pelayanan pendidikan kepada masyarakat sesuai kebutuhan.

* Meningkatkan daya saing terhadap pengaruh globalisasi.

* Memberdayakan lembaga pendidikan sekolah dan luar sekolah.

* Terwujudnya Sport School Development.

* Meningkatkan pembinaan kepemudaan, Pasukan Pengibaran Bendera (Paskibra), Pertukaran Pemuda Antar Propinsi (PPAP), Pemuda Pelopor, masyarakat olahraga, masyarakat seni yang menjunjung budaya daerah dan budaya melayu melalui pendidikan formal dan non formal.

* Terwujudnya sekolah modern terpadu TK , SD , SMP, SMA, bertaraf internasional melalui Sport School Centre.

* Meningkatkan sarana prasarana pendidikan, olahraga baik formal maupun non formal. 2.   SasaranSesuai dengan tujuan yang ingin dicapai Dinas Pendidikan, Kota Pangkalpinang dimasa mendatang, maka yang menjadi sasaran dalam jangka waktu lima tahun yang akan datang adalah sebagai berikut :

* Tuntasnya prosentase buta huruf dan putus sekolah/drop out.

* Meningkatnya prosentase kualifikasi, kompetensi dan profesionalisme guru dan tenaga kependidikan.

* Penerapan KSPBK diseluruh sekolah sesuai dengan jenis dan jenjang pendidikan.

* Tersusunnya silabus dan sistem penilaian seluruh sekolah sesuai dengan jenis dan jenjang pendidikan.

* Meningkatnya APM SD, SMP, SMA dan SMK.

* Meningkatnya angka transition rate.

* Meningkatnya angka completian rate.

* Meningkatnya kualitas kehidupan dan kualitas profesionalisme guru dan tenaga kependidikan.

* Menjuarai lomba-lomba keunggulan ditingkat propinsi, nasional dan internasional.

* Meningkatnya penguasaan kecakapan hidup/life skill oleh peserta didik/warga belajar bagi yang tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

* Terimplementasinya bidang keahlian SMK sesuai dengan kebutuhan masyarakat melalui Re-enginering.

* Meningkatnya peran Komite Sekolah dan Dewan Pendidikan dalam : o Supporting Agency o Advistory Agency o Mediator Agency o Controlling Agency

* Terciptanya kultur sekolah yang positif yang menunjang proses pembelajaran.

* Terimplementasinya MPMBS dan Reformasi Sekolah.

* Terwujudnya sekolah besar dan efektif.

* Terwujudnya sekolah dalam penerapan manajemen partisipatif.

* Terlaksananya Akreditasi sekolah dengan standarisasi yang objektif, transparan dan akuntabel.

* Terwujudnya pelayanan prima penyelenggaraan pendidikan kepada masyarakat.

* Terwujudnya sekolah modern terpadu TK , SD , SMP dan SMA melalui Sport School Center .

* Terwujudnya Sport School Development.

* Terwujudnya pembinaan kepemudaan, Pasukan Pengibaran Bendera (Paskibra), Pertukaran Pemuda Antara Propinsi (PPAP), Pemuda Pelopor, masyarakat olahraga, masyarakat seni yang menjunjung budaya daerah dan budaya melayu melalui pendidikan sekolah dan luar sekolah.

* Terpenuhinya sarana prasarana pendidikan, olahraga yang representatif disetiap jenjang dan jenis pendidikan. (Renstra Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang tahun 2004-2008) Kota Pangkalpinang sebagai Ibukota Propinsi Babel dalam satu tahun terakhir ini banyak mendapatkan perhatian dari kota-kota lain sehubungan dengan keberhasilan penerapan TIK bidang pendidikan. Terobasan yang dilakukan oleh Kota Pangkalpinang menjawab tantangan pemerintah dalam rangka menerapkan konsep cybercity di kota-kota Indonesia. Konsep ini direspon oleh pemerintah Kota Pangkalpinang dengan mengembangkan Pangkalpinang Education Cyber City (PECC). Dengan adanya Pangkalpinang Education Cyber City (PECC), beberapa sekolah, kantor diknas, dan beberapa kantor pemerintahan berada dalam jaringan (Wide Area Network). Target Pangkalpinang Education Cyber City (PECC) adalah semua institusi pendidikan yang ada Kota Pangkalpinang berada dalam satu jaringan. Berdasarkan statistik jumlah sekolah dan siswa yang terdapat di Kota Pangkalpinang adalah sebagai berikut: Sumber : Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang Awal pengembangan Pangkalpinang Education Cyber City (PECC) tidak terlepas dari dukungan pemerintah Kota Pangkalpinang yang menyadari bahwa pentingnya Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembangunan kota. Pembangunan kota seyogyanya selaras dengan perkembangan sumber daya manusia dan teknologi. Untuk itu visi dari PECC adalah terdepan dalam pengembangan TIK menuju smartEdu.

Sedangkan Misi yang ingin dicapai oleh PECC ini adalah :

1. Memasyarakatkan TIK dalam rangka mendorong terciptakan masyarakat berbasis pengetahuan dan teknologi.

2. Menjadikan Pangkalpinang sebagai kota yang sarat pengembangan dan implementasi TIK di segala bidang untuk kepentingan masyarakat.

3. Mendorong terciptanya suasana kerjasama dan kompetensi pengembangan TIK yang terbuka dan terpadu dari seluruh komunitas TIK Kota Pangkalpinang. Langkah kongkret yang sudah terealisasi saat ini adalah dengan adanya jaringan yang menghubungkan 4 SMKN, 4 SMAN, 10 SMPN,  SDN, Dinas Pendidikan, 20 dinas pemerintah, dan 7 perkantoran. Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan program kerja dari Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang.Topologi skema PECC dapat dilihat dalam gambar dibawah ini: Sumber: Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang Fasilitas Hot Spot hampir dapat dirasakan oleh semua wilayah di dalam kota, walaupun penggunaannya masih terbatas. Dalam perencanaan lanjutan PECC akan dikembangkan untuk memberikan koneksi internet murah kepada semua masyarakat.

Rencana pengembangan PECC selanjutnya tergambar dalam beberapa kategori yaitu:

1. Tersedianya Pangkalpinang Internet Exchange Education (PIXedu)

2. Hotspot Wireless PECC dan Broadband Internet Access.

3. E-Content.

4. TV Education

5. E-Learning Basis Web

6. E-Book

7. TIK Training Center

8. Cisco Academy

9. KKPI (Ketrampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi)

10. Publication and Even

11. Situs Portal PECC

12. Seminar/Workshop TIK .

Dari sisi aplikasi dan content, Pangkalpinang Education Cyber City (PECC) sudah memiliki content SchoolMapping (http://schomap.dinpendikpkp.go.id/) yang memberikan gambaran tentang pendidikan di Kota Pangkalpinang. Dalam School Mapping masyarakat dapat mengetahui profil sekolah, profil guru, jumlah siswa, dan informasi lain seputar pendidikan di Kota Pangkalpinang.

Dengan adannya PECC, dampak positif yang dapat diambil adalah :1.

Proses Pembelajaran TIK lebih efektif. Anak SD,SMP,SMU, dan SMK akan bercerita banyak hal tentang internet dan TIK dengan orang tua dan komunitasnya. Efek dominonya adalah masyarakat akan terpacu untuk belajar tentang internet dan semua hal yang berhubungan dengan TIK . Mata pelajaran komputer menjadi pelajaran yang wajib ada di setiap sekolah dan dapat diberikan sedini mungkin (level Sekolah Dasar). Antusias masyarakat dalam mempelajari TIK terlihat dari banyaknya murid yang mendaftar pada jurusan jaringan dan web design di SMKN ( d/h STM) di Pangkalpinang padahal baru dibuka tahun 2005.

2. Munculnya kursus/institusi pelatihan komputer. Hukum ekonomi tentang supply dan demand akan terwujud jika ada permintaan pasti akan muncul penawaran. Kursus pelatihan komputer tumbuh subur di Kota Pangkalpinang dari kota sampai ke desa-desa. Dan secara otomatis membuka lapangan pekerjaan baru sekaligus mempersiapkan tenaga kerja yang trampil dan siap pakai dalam penggunaan komputer, minimal mampu mengoperasikan aplikasi perkantoran.1. Paperless. Efisiensi dalam penggunaan kertas terutama dalam hal urusan administrasi dan surat menyurat seperti pengiriman surat dapat digantikan dengan electronic mail (email), lebih murah, cepat, efektif dan tersedia 24 jam. Dengan adanya efisiensi ini pelayanan kepada masyarakat akan lebih cepat dan terpadu (integrated) 2. Dari sisi pengembangan kota, dengan lahirnya PECC ini pemerintah kota Pangkalpinang sudah menempatkan faktor TIK sebagai komponen yang penting dalam pembangunan kota. Ini berarti, kota Pangkalpinang dapat menciptakan competitive advantage kota sehingga dapat menarik investor untuk menanamkan modalnya di kota Pangkalpinang. Memang masih banyak tantangan yang harus dihadapi sehubungan dengan implementasi Pangkalpinang Education Cyber City (PECC), terutama dalam hal teknis seperti server (local hosting) yang sering down karena adanya pemadaman listrik, pemeliharaan konten, dan technical support di setiap sekolah. Tantangan lain yang mesti dipikirkan adalah masalah Sumber Daya Manusia (SDM), keterbatasan SDM yang ada harus bisa disiasati dengan cara mengadakan pelatihan-pelatihan teknologi informasi, baik yang beskala lokal maupun nasional, ataupun dengan cara menambah Sumber Daya yang ada, saat ini di Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang, hanya ada 2 orang tenaga bidang teknologi informasi, jumlah itu tidaklah cukup untuk mengatasi permasalahan yang akan timbul dibelakang hari berkaitan dengan adannya program PECC tersebut.

Sebuah program akan dinyatakan berhasil jika perencanaan yang dilakukan dapat menghasilkan output yang maksimal dan sesuai dengan yang diharapkan, ada banyak definisi dari perencanaan beberapa diantaranya adalah : Cara berpikir tentang masalah-masalah sosial dan ekonomi, yang berorientasi pada waktu yang akan datang, terkonsentrasi pada suatu tujuan dan keputusan bersama, serta berusaha untuk mewujudkan program dan keputusan bersama (Friedmann,1996) Sebuah proses untuk menentukan tindakan-tindakan bagi masa depan yang diinginkan melalui serangkaian pilihan-pilihan yang logis (Davidoff,1962 in Faludi, 1983: 11) Sebuah proses untuk mengarahkan aktivitas manusia dan kekuatan alam dengan mengacu pada kondisi masa depan yang diinginkan (Branch, 1983: 2) Dari sekian banyak definisi atau pengertian tentang perencanaan, dapat disarikan sebagai berikut : Perencanaan adalah seperangkat prosedur untuk memecahkan permasalahan fisik, sosial, dan ekonomi, yang harus meliputi prinsip-prinsip sebagai berikut: Seperangkat tindakan Upaya untuk memecahkan masalah Memiliki dimensi waktu dan berorientasi ke masa yang akan datang Suatu proses berputar dengan adanya umpan balik Melibatkan beberapa alternatif untuk mencari pemecahan Dari definisi atau pengertian tentang perencanaan tersebut, maka dapat kita simpulkan bahwa perencanaan tersebut disusun agar dapat menuju kearah yang lebih baik, walaupun demikian tidak semua perencanaan tersebut berjalan sesuai rencana, terkadang sesuatu yang telah kita perhitungkan dengan matang, tapi pada kenyataanya kadang kala terdapat masalah yang diluar perkiraan kita, oleh karena itulah perencanaan tersebut akan terus dievaluasi dalam kurun waktu tertentu agar tujuan yang ingin dicapai dapat terwujud dan terlaksana dengan baik, begitu juga dengan program PECC, harus terus dievaluasi supaya keberadaan PECC tersebut tidak dianggap sebagai program mercu suar yang tidak ada manfaatnya dan terkesan dianggap menghambur-hamburkan uang negara.

III. PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Hadirnya Pangkalpinang Education Cyber City (PECC) telah membawa pengaruh besar bagi pengembangan pendidikan di Kota Pangkalpinang, hal ini dapat dilihat dari banyaknya siswa yang tertarik untuk mempelajari TIK, tidak ketinggalan juga guru dan staff tata usaha yang dapat memanfaatkan TIK disekolah masing-masing dengan mudah, karena tersedianya akses selama 24 jam. Dengan adanya PECC, maka antar sekolah yang satu dan lainnya dapat saling bertukar data dan informasi melalui jaringan Wide Area Network (WAN), PECC sebuah solusi cerdas dari Pemerintah Kota Pangkalpinang guna mengatasi kesenjangan pendidikan antar sekolah satu dengan yang lainnya, hingga diharapkan dengan adannya PECC tersebut, maka mutu pendidikan di Kota Pangkalpinang dapat terangkat hingga pada akhirnya dapat memberi sumbangsih dalam mewujudkan Visi dan Misi Depdiknas yang ingin mewujudkan Pendidikan yang mampu Membangun Insan Indonesia Cerdas, Komprehensif, dan Kompetitif yang Berkeadilan, Bermutu, dan Relevan dengan Kebutuhan Masyarakat Lokal dan Global. 3.2. Saran Agar gema PECC dapat dirasakan juga oleh semua pihak, tidak hanya dirasakan oleh insan-insan pendidikan dan pemerintah saja, maka ada baiknya dilokasi-lokasi tertentu disediakan fasilitas hotspot yang dapat diakses selama 24 jam nonstop, hingga masyarakat sekitarnya dapat memanfaatkan fasilitas tersebut dalam rangka meningkatkan pengetahuan mereka dalam bidang teknologi informasi. Disamping itu perlu diadakan penambahan tenaga teknis yang menguasai bidang teknologi informasi agar keberadaan PECC benar-benar terpelihara dan terjaga dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

Faludi, Andreas.1973. Planning Theory, Pergamon Press.Friedmann,

Jon. 1996. Planning in The Public Domain : Dicourse and Praxis, in        Classic Readings in Urban Planning, edited by Stein, Jay. M. McGraw-Hill,          New York

Branch, Melville C. 1983. Comprehensive Planning. Palisades Pub., California.

Renstra Depdiknas tahun 2004-2009http://www.dinpendikpkp.go.id

Renstra Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang tahun 2004-2008

Pangkalpinang dalam Angka tahun 2006

Karya Ilmiah Pangkalpinang Educational Cyber City (PECC) Solusi Peningkatan Mutu Pendidikan Di Kota Pangkalpinang

Tugas Mata Kuliah : Permasalahan Pembangunan Wilayah dan Kota

Dosen : Prof. Ir. Eko Budiharjo, M.Sc
Disusun Oleh:I N D R A  J A Y A

PROGRAM PASCA SARJANAMAGISTER PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTAUNIVERSITAS DIPONEGORO

TAHUN 2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: